Kementerian PU dan PR Segera Membangun Infrastruktur Pelabuhan

101114-maritim1

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Untuk mendukung rencana pembangunan tol laut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PU dan PR) akan segera membangun infrastruktur pelabuhan.

Menteri PU dan PR, Mochammad Basuki Hadimoeljono (MBH) mengatakan akan memfokuskan membangun infrastruktur pelabuhan laut untuk mendukung proyek tol laut yang diusung oleh Presiden Joko Widodo.

“Prioritas sekarang fokus terutama untuk infrastruktur pelabuhan untuk laut dengan ‘deep sea port’,” ujarnya.

Deep sea port atau tol laut dalam adalah pelabuhan yang dibangun di perairan laut dalam agar kapal-kapal besar (kapasitas 3000-4000 TEUS) bisa melintas. Kapal-kapal bermuatan besar tersebut diharapkan bisa bolak-balik untuk mengangkut lebih banyak logistik, sehingga biaya logistik pun semakin murah.

MBH menjelaskan pihaknya juga akan mengintegrasikan dengan bendungan yang direncanakan dibangun untuk memenuhi kebutuhan listrik di sekitar pelabuhan.

“Kalau deep sea port kan membutuhkan listrik, maka kita integrasikan dengan bendungan yang akan kita bangun,” katanya.

Ekonom Cyrillus Harinowo memproyeksi proyek tol laut dapat mengurangi biaya logistik barang dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta ke Sorong, Papua hingga 500%.

“Untuk satu kontainer dari dua rute itu, jika tol laut terealisasi, hanya memakan ongkos US$400 dari yang sekarang US$2.000,” jelas MBH.

Pengembangan konektivitas ini, selain membuat biaya logistik lebih murah, diharapkan juga dapat mendorong pemerataan ekonomi Indonesia.
Cyrillus menuturkan pembangunan Tol Laut sebenarnya sudah dimulai, dengan pembangunan yang dilakukan di Belawan, Sumut, Tanjung Priok, Jakut, Makassar, Sulsel, dan Sorong, Papua. (marto)

Berita Terkait