Kendati Sudah Dilarang, Penyelundupan Benih Lobster Masih Terjadi

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menegaskan bahwa tidak akan lagi mengekspor Benih Bening Lobster (BBL). Pihaknya akan menggantinya dengan budidaya di dalam negeri.

“KKP berkomitmen tidak lagi mengekspor benih bening lobster. Pak Menteri (KKP Sakti Wahyu Trenggono) sudah menyatakan tidak akan mengizinkan lagi untuk ekspor BBL, harus kita budidayakan untuk memperkaya negeri ini,” kata Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM KHP), Rina dalam Jumpa Pers yang dilihat virtual, Kamis (15/4/2021).

Namun demikian, meski ekspor benih lobster dilarang, Rina mengakui bahwa banyak terjadi kasus penyelundupan. Berdasarkan datanya, per 14 April 2021 sudah ada 1.398.608 ekor yang berhasil diselamatkan dari penyelundupan dengan 18 kasus.

“Total kasus pelanggaran yang terjadi 23 Desember 2020-14 April 2021 sampai pukul 10.00 WIB ada 35 kasus penyelundupan dengan nilai SDI Rp 210.082.424.850. Terbanyak BBL ada 1.398.608 ekor, arwana 112 ekor, ikan hidup 439 ekor, karang hias 1.282 pcs, kepiting undersize 44 ekor, lobster bertelur 10 ekor dan produk ikan lainnya 16,770 kg,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Antam Novambar menyatakan, Indonesia ingin seperti Vietnam yang bisa membudidayakan lobster baru kemudian diekspor dalam ukuran konsumsi. Dia tidak mau Indonesia yang sebagai pengekspor benih lobster terbesar hanya jadi pemain saja.

“BBL kita ketahui itu sementara ini, sampai saat ini masih dilarang. Bocorannya akan terus dilarang, dilarang dengan maksud untuk kita utamakan budidaya. Indonesia tidak kalah dengan Vietnam bisa membudidayakan lobster cuma dalam taraf belajar dengan segala kekurangannya. Kita akan larang karena hampir 99% Vietnam sebagai pengekspor terbesar di dunia itu benihnya dari kita,” katanya.(roris)

Berita Terkait

Komentar

Komentar