Kerajinan Batu Permata Kalbar Potensial Hadapi MEA

atu-permata
PONTIANAK, (tubasmedia.colm) – Kerajinan batu permata khas Kalimantan Barat bisa menjadi salah satu produk unggulan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), kata pengamat ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura Pontianak Ali Nasrun.

“Potensi batu permata atau batu akik khas Kalbar seperti Kecubung dan batu permata jenis lainnya bisa menjadi produk unggulan Kalbar dalam menghadapi MEA,” ungkapnya di Pontianak, Jumat (29/5/2015).

Menurut Ali fenomena ramainya peminat batu permata yang terjadi di Indonesia juga terjadi pada negara ASEAN lainnya. Hal tersebut bisa menjadi salah satu kesempatan besar bagi Pemprov Kalbar mendorong perajin batu permata agar bisa menghasilkan produk yang lebih kreatif dan memiliki daya saing.

“Saat ini banjir batu untuk mata cincin dan liontin.Kreativitas para perajin harus bisa membuat varian produk lainnya seperti gelang, pajangan, atau patung hiasan,” katanya. Hal tersebut, tambahnya menjadi kewajiban Pemda Kalbar mendorong kreativitas perajin batu melalui pelatihan yang intensif.

Gubernur Kalimantan Barat Cornelis mengatakan Kalbar memiliki kandungan jenis batu akik dengan kualitas yang sangat baik seperti batu Kecubung yang merupakan batu mineral kuarsa berstruktur kristal heksagonal yang terbuat dari Silika (Silikon Dioksida) dengan tingkat kekerasan 7,0 Mohs.

Kecubung Ungu, Biru Laut, Kehijauan, Merah Kopi, Kecubung Teh dan Kecubung Jernih melimpah di Kabupaten Ketapang yang tersebar di Kecamatan Tumbang Titi, Kecamatan Marau, Kecamatan Manis Mata dan Kecamatan Kendawangan.

Kecubung Air, Kapas, Rambut, Bulu, Karang, Awan, Kinyang, Kecubung Jarum Emas dan Kecubung Lumut hanya ada di Desa Sempalai, Kecamatan Tebas dan Desa Sempalai Sempedang dan Kecamatan Sebawi di Kabupaten Sambas. (siswoyo)

Berita Terkait

Komentar

Komentar