Keramba Jaring Apung Masih Ada, Danau Toba Milik Siapa ?

keramba

PARAPAT, (tubasmedia.com) – Keramba jaring apung (KJA) yang disebut-sebut sebagai sumber pencemaran air di Danau Toba, hingga kini masih terlihat terbentang di sekitar danau tersebut.

Wartawan tubasmedia.com Sabar Hutasoit yang berada di lokasi tersebut pekan silam sempat mengabadikan kehadiran KJA yang tidak jauh dari pinggiran jalan raya yang menghubungkan Parapat dengan Pematang Siantar.

Sementara itu, belum lama ni pemerintah Kabupaten Samosir mengatakan pihaknya akan mengkaji ulang KJA di perairan Danau Toba, Kabupaten Samosir, karena telah menimbulkan pencemaran air dan tidak sejalan dengan pengembangan pariwisata Danau Toba dalam kerangka Badan Otorita Danau Toba.

Sesuai data yangdikelarkan Pemkab Samosir, sekitar 90 persen masyarakat Kabupaten Samosir mengkonsumsi air minum dari Danau Toba, sementara Badan Lingkungan Hidup Sumatera Utara (Sumut) menyampaikan 69 persen pencemaran air Danau Toba berasal dari kegiatan keramba ikan.

Selain menimbulkan pencemaran air, kehadiran keramba itu di Danau Toba telah punya andil untuk merusak pemandangan. Dan menurut sejumlah warga Parapat yang buka restoran di pinggiran Danau Toba mengatakan dengan nada tanya, apa hak pemilik keramba membuka usaha peternakan ikan di Danau Toba. ‘’Memang Danau Toba milik siapa. Milik pribadi atau milik pemerintah?,’’tanya mereka.*

 

 

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar