Keranjang Gantung, Tradisi Unik Warga Turki…

Oleh: Sabar Hutasoit

 

BELAJAR dari kebiasaan baik warga Turki, kiranya seluruh umat manusia di belahan dunia ini termasuk Indonesia sangat perlu mencontohnya.

Dalam sebuah tayangan di medsos beberapa hari lalu, terlihat sebuah toko roti terbuka tanpa ada dinding di bagian depannya. Seorang ibu-ibu memasuki toko tersebut ingin beli roti. Setelah dia membayar roti yang dibelinya, dia mengambil lagi empat butir roti dari antara roti yang dibeli lalu dimasukkan ke dalam sebuah keranjang yang tergantung di dalam toko roti tersebut,

Semula kita heran melihat aksi ibu tadi yang menaruh sebagian dari roti yang dibeli ke dalam keranjang yang tergantung. Ternyata, tak berapa lama, di belakang ibu pembeli tadi muncul seorang perempuan menghampiri pemilik toko.

Setelah berbincang sejenak, pemilik toko roti mengambil empat buah roti yang disisihkan ibu tadi dan seketika itu menyerahkannya kepada lawan bicaranya.

Anehnya, sang penerima roti itu mengembalikan lagi dua dari anara empat roti itu sambil mengatakan yang dibutuhkan hanya dua biarlah nanti yang dua lagi diambil rekannya yang tidak mampu. Bagian saya hanya dua, kira-kira demikian perbincangan mereka berdua.

Demikian seterusnya. Datang lagi pembeli berikut, dia juga melakukan aksi yang sama menyisihkan sebagian dari roti yang dibeli kemudian dimasukkan ke dalam kerajang yang tergantung untuk kemudian akan diambil oleh orang-orang yang tidak mampu alias miskin.

Tapi seperti kita katakan tadi di bagian tengah tulisan ini, yang aneh adalah reaksi dari orang-orang yang tidak mampu alias miskin itu mengembalikan sebagian roti yang telah diserahkan pemilik toko dengan alasan bagian saya cukup segini biar ada nanti buat teman saya yang miskin lainnya.

Ini artinya, di Turki, orang miskin dan orang tidak mampu masih juga memikirkan teman-temannya sesama orang miskin dan orang tidak mampu. Tidak mau makan sendiri dan tidak rakus.

Sudah Familiar

Terakhir ketahuan bahwa keranjang yang digantung itu diberi nama Keranjang Gantung, Nama tersebut sudah familiar di kalangan masyarakat Turki. Keranjang Gantung itu adalah keranjang tempat membagi apa saja yang layak diberikan untuk menolong orang-orang tidak mampu serta para lansia. Jadi antara si pemberi dan yang menerima tidak pernah saling tau dan tak pernah saling kenal, Tapi aksi sosial mereka berjalan lancar tanpa ada antri dan tanpa ada korupsi dan tiada salah memberi. Semuanya tepat sasaran dan si penerima tidak rakus walau sudah diberi tapi merasa berlebihan, yah… kelebihannya diserahkan lagi kepada pemilik toko. Dia memperdulikan temannya yang lain yang juga tidak dia kenal. Tidak ada KKN dalam pemberian rezeki tersebut.

Sebuah kebiasaan yang sangat positif yang tampaknya sangat penting untuk dicontoh oleh siapapun. Kita tidak bisa menebak seandainya tradisi itu dilakukan di Indonesia, bisa berjalan baik tidak, Bisa gak seorang miskin mengembalikan sebagian yang sudah diserahkan kepadanya dengan alasan biar ada untuk temannya.

Fakta di Indonesia, dengan merebaknya pembagian paket sembako kepada yang kurang mampu, menurut data, tiba-tiba d Indonesia muncul warga tidak mampu yang baru. Warga tidak mampu yang baru ini memanipuilasi keadaannya denga harapan biar bisa mendapat satu paket sembako seperti yang diterima orang-orang tidak mampu tersebut.

Bahkan ada rumah yang ditempel stiker “warga tidak mampu”, di garasinya ada parkir satu unit mobil. Gila….

Lalu kalau demikian, bagaimana kita bisa mencontoh tradisi baik di Turki ? Bahkan di  beberapa kota di Indonesia, anggota dewan juga turut serta menerima paket sembako milik orang-orang tidak mampu itu. Lebih gila lagi kan? (penulis seorang wartawan,tinggal di Jakarta)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar