Kereta Gantung Tetap Jadi Ikon TMII

Laporan : Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, (Tubas) – Memasuki usianya yang 36 tahun, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta, kini terus berbenah dan berhias diri untuk mampu bersaing dengan berbagai tempat wisata keluarga yang kini mulai marak dibuka di berbagai daerah. Dengan mempertahankan jatidirinya sebagai sarana informasi dan pendidikan bagi generasi penerus, juga sebagai obyek wisata budaya. TMII menawarkan fasiliatan kereta gantung atau skylift.

Menurut Kepala Pengelola skylift TMII, Nuki Arifin, berkunjung ke TMII belum lengkap bila tidak naik kereta gantung. Sejak dulu kereta gantung memang menjadi ikon dan bagian yang tidak terpisahkan dari TMII. Selama lebih kurang 20 menit, pengunjung dapat melihat keseluruhan wahana yang ada di lahan seluas 150 hektar itu.

Dengan cara ini akan membantu pengunjung untuk mengetahui lebih banyak tentang wahana yang ada di TMII, sebab hal ini tidak bisa dilakukan dengan tuntas bila hanya jalan darat atau dengan transportasi lain.

“Dari kereta gantung kita dapat melihat kepulauan Indonesia dari atas danau dan memudahkan kita menikmati TMII yang begitu luas,” ujar Nuki Jusuf menanggapi tubasmedia.com di ruang kerjanya, pekan lalu.

Selama naik kereta gantung, para pengunjung akan berhenti di tiga stasiun. Pertama, di lokasi awal pemberangkatan kereta gantung, kedua, di stasiun ke dua yang ada di dekat taman burung, dan yang ketiga, akan berhenti di stasiun dekat dengan snow bay. Menaiki kereta gantung yang memiliki panjang perjalanan 2.400 meter dan berada di ketinggian lebih kurang 28 meter, pengunjung tidak perlu khawatir karena pihak pengelola selalu mengutamakan keselamatan penumpang di atas segalanya. (gunawan)

Berita Terkait

Komentar

Komentar