Kerja Sama dan Kerja Bersama (1)

(Bagian pertama dari dua tulisan)

Oleh : Fauzi Azis

Fauzi Azis

Fauzi Azis

KERJA SAMA dan kerja bersama. Kedua kata ini serupa, tapi tak sama dan dari segi kebahasaan adalah kata “sifat” yang maknanya berbeda. Dalam organisasi, kedua kata ini sangat diperlukan untuk mencapai satu tujuan. Dalam perusahaan, tujuannya untuk mencari profit atau keuntungan. Kalau dalam organisasi publik, tujuannya untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran.

Soal perbedaan dalam kosa kata kebahasaan tidak akan dibahas dalam tulisan ini. Tetapi, dalam praktik keseharian keterhubungan kedua istilah tersebut menjadi lebih bermakna, kalau diwujudkan dalam tindakan nyata pada berbagai bidang untuk menjamin tercapainya tujuan.

Kerja sama ekonomi di bidang apa pun, misalnya di bidang perdagangan dan investasi, landasan yang dikembangkan seharusnya disepakati dalam konteks, membangun sistem perdagangan bebas, persaingan bebas, dengan menganut prinsip-prinsip kerja sama untuk bekerja bersama, guna mewujudkan kesejahteraan bersama.

Kalau landasannya seperti yang terjadi sekarang, yaitu falsafah bebas atau kebebasan, maka tujuan untuk mewujudkan kesejahteraan bersama tidak akan pernah tercapai. Mengapa? Pertama, interestnya berbeda di antara para pihak yang akan melakukan kerja sama (national interest). Kedua, kerja sama yang dibangun atas dasar persaingan bebas akan selalu menghasilkan siapa yang kuat dia yang menang atau selalu dapat mengambil manfaat makimal dari adanya kerja sama tersebut. Kekuatan itu tidak pernah akan ada, selalu ada misi terselubung untuk mengeksploitasi dan mengeksplorasi aset yang dimiliki oleh mitranya.

Kesejahteraan dan Kedamaian

Oleh karena itu, kerja sama di bidang apa pun penting untuk dilaksanakan. Tetapi, jauh lebih penting, kalau dalam kerja sama tersebut kita dapat bekerja sama untuk menjawab kebutuhan umat manusia sejagat, yaitu kesejahteran, kemartabatan dan keberadaban, serta kedamaian. Inilah esensi kerja sama dan bekerja sama.

Dalam proses pembangunan, yang intinya adalah sebuah transformasi kehidupan umat manusia, bukan transformasi ekonomi semata. Bekerja sama dalam sebuah kerja sama harus menjadi mainstream dan juga sekaligus menjadi platform dalam dimensi kebijakan pembangunan negara-negara di dunia pada tahun-tahun mendatang.

Krisis pangan dan energi yang menjadi isu dan kekhawatiran hampir semua negara, harus dapat membangkitkan kesadaran bersama di antara negara-negara, bahwa untuk mengatasi permasalahan dan tantangan yang dihadapi tidak cukup hanya dengan kerja sama saja, tapi harus dibarengi dengan bekerja bersama, karena dari perspektif HAM dan kehidupan, umat manusia dari belahan manapun di dunia memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk memenuhi kebutuhannya, baik yang bersifat material maupun spiritual.

Pertanyaannya, apa yang harus dikerjakan oleh para pemimpin di dunia untuk mewujudkan cira-cita membangun manusia yang seutuhnya?

Penulis adalah pemerhati masalah sosial dan pembangunan

Berita Terkait

Komentar

Komentar