Keterbatasan Modal Kendala Utama UMKM

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

TASIKMALAYA, (Tubas) – Keterbatasan modal selalu menjadi kendala utama pengusaha pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Apalagi, di tengah situasi perdagangan bebas ASEAN-China (ASEAN-China Free Trade Agreement) atau ACFTA sekarang ini.

Untuk meminimalisasi permasalahan tersebut, Kadin Jabar dan Kadin Kabupaten/Kota Tasikmalaya bekerja sama dengan Bank Jabar Banten (Bank BJB) mempertajam kerjasama melalui acara “Intermediasi Perbankan, Penjaminan Kredit dan Program Kewirausahaan serta Inkubasi Bisnis bagi UMKM Kadin Kota/Kabupaten di Wilayah Priangan Timur”.

Acara tersebut dihadiri 150 UMKM dan guru SMK dari Tasikmalaya, Ciamis dan Banjar di aula Hotel Crown Tasikmalaya, baru-baru ini. “Melalui acara ini, kami Kadin Jabar berharap mampu menjembatani dan memberikan kemudahan permodalan yang dialami UMKM di Jabar sekarang ini kepada perbankan selaku mitra kerja usaha,” ujar Komite Tetap Syariah Kadin Jabar yang juga Ketua Panitia, H. Nana Mulyana.

Menurut Nana seandainya permasalahan UMKM ini tidak segera ditanggulangi dan dibantu perbankan, dipastikan UMKM di Jabar mendatang akan banyak yang gulung tikar, di tengah kian ketatnya persaingan perdagangan bebas ACFTA akhir-akhir ini.

“Untuk mengantisipasi dampak negatif ACFTA, maka diharuskan perbankan lebih peduli kepada UMKM. Misalnya, dengan menurunkan suku bunga dari yang diberlakukan sekarang antara 14 persen sampai 18 persen,” harapnya. Namun, tambah Nana idealnya suku bunga untuk UMKM itu berkisar 9 persen. Karena, suku bunga di luar negeri saat ini sangat kecil, ada di antaranya yang mencapai 3 persen.

Ketua Kadin Kota Tasikmalaya, Wahyu Tri Rachmadi, menambahkan, keberpihakan perbankan ke UMKM terkait permodalan dinilai penting dalam upaya mempersempit ruang gerak produk luar negeri, khususnya produk China. Dalam hal ini, sekaligus memotivasi pertumbuhan UMKM produk lokal.

“Padahal jika dikaji ketersediaan modal itu hanyalah nomor urut empat untuk meraih sukses. Karena, diraihnya kesuksesan itu akan terwujud seandainya UMKM atau pengusaha mempunyai kemauan yang kuat, kejujuran dan kompetisi yang handal. Dan, terakhir modal yang cukup,” kata Wahyu. (hakri/dadang)

Berita Terkait

Komentar

Komentar