Ketergantungan Bahan Baku Impor Akan Berkurang

Laporan : Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, (Tubas) – Ketergantungan impor akan bahan baku industri tekstil akan berkurang menyusul akan diberikannya insentif bagi pembangunan pabrik bahan baku industri tekstil di Indonesia.

Hal itu diutarakan Menteri Perindustrian MS Hidayat di Jakarta, hari Selasa. “Pemerintah berjanji akan memberikan insentif,” kata Hidayat. Diakui bahwa selama ini bahan baku industri tekstil banyak diimpor yang mengakibatkan ketergantungan Indonesia terhadap dunia luar sangat tinggi dan telah mengakibatkan daya saing industri lokal berkurang.

Insentif pajak ini diharapkan oleh menteri akan mendorong para investor untuk mengembangkan sektor hulu tekstil. Kini pemerintah tengah merumuskan skim insentif yang akan diberikan kepada sektor hulu tekstil ini.

“Perluasan industri bahan baku yang selama ini ada ketergantungan dari impor, di level menteri akan disiapkan perangkat peraturan, insentif sedemikian rupa sehingga menarik investor biar masuk,” katanya.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengatakan rencana pemberian insentif bagi industri hulu tekstil sangat relevan. Misalnya ia mencontohkan selama ini industri serat rayon banyak memakai bahan baku kapas yang 99,9% adalah diimpor.

“Sangat relevan sekali, industri bahan baku serat rayon yakni dissolving pulp pabrik ada tapi sangat kecil ada di Sumatera, selebihnya banyak impor,” katanya. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar