Ketersediaan Lahan Hambat Pembangunan Industri Garam di NTT

garam

 

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Menteri Perindustrian Saleh Husin meminta agar kepala daerah dapat mempercepat proses penyelesaian lahan industry garam. Kalau lahannya selesai, maka industri garam di NTT akan dapat terealisasi.

‘’Kunci realisasi industri garam di Nusa Tenggara Timur (NTT) ada pada bupati setempat. Industri tersebut dapat masuk setelah ketersediaan lahan potensial untuk membangun industri garam terpenuhi,’’ kata menperin di Jakarta kemarin.

Menperin menegaskan bahwa jika kepala daerah atau bupati menjamin lahannya tersedia, maka para investor akan berbondong-bondong masuk ke wilayah tersebut.

“Jadi, kendala utamanya hanya di lahan kepala daerah perlu turun tangan,” tegasnya. Masalah tersebut memang dialami beberapa perusahaan yang ingin membangun industri garam di tanah air.

Diketahui, beberapa daerah di NTT seperti di Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Kupang dinilai potensial untuk mengembangkan industri garam, karena memiliki curah hujan yang sangat rendah, bahkan musim kemarau terjadi hampir sepanjang tahun.

Kondisi tersebut diyakini mampu mendukung perkembangan industri garam di Indonesia, terlebih garam industri, di mana tidak semua daerah memiliki kondisi yang sama.

Untuk itu, Menperin berharap agar pihak pemerintah daerah setempat mau bekerja sama dalam membangun industri garam nasional. (ril/sabar)

Berita Terkait