Ketoprak “Nyiswo Budoyo” Tampil di TMII

Laporan : Audy

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, (Tubas) – Seni budaya yang menggambarkan cerita rakyat tentang berbagai aspek kehidupan masyarakat Jawa Timur pada umumnya, baru-baru ini disosialisasikan melalui pertunjukan Ketoprak asal Kabupaten Tulungagung Jawa Timur di Anjungan Daerah Provinsi Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Semangat lestari budaya tradisional itu diperlihatkan arek-arek Tulungagung dengan pagelaran seni Ketoprak yang seluruhnya dimainkan para siswa tergabung dalam keanggotaan “Nyiswo Budoyo”.

Tak kalah gencar dukungan pihak Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung Jawa Timur menambah semangat para pemain Ketoprak. Kehadiran Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung Ir. Heru Dwi Tjahjono MM berdampingan dengan Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Tulungagung serta Kepala Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Timur di Jakarta mempunyai arti tersendiri bagi rasa kebanggan para siswa pemain ketoprak itu.

Menurut Kepala Anjungan Jawa Timur TMII, Hendry Soenarhandoko SE, MH, siswa para pemain Ketoprak itu didatangkan langsung dari Kabupatern Tulungagung Jawa Timur. Acara ini merupakan bukti sejarah peristiwa yang diabadikan dari cerita pemerintahan Kerajaan Majapahit yang menjadi kacau, menyebabkan konflik politik dan krisis jati diri pada kaula muda serta rakyatnya nyaris tak terbendung.

Hendry menambahkan, selain seni Ketoprak, Kabupaten Tulungagung juga memiliki Candi Sanggrahan, Wajak Kidul, Junjung di Desa Boyolangu. Keberadaan candi ini sebagai monumen jati diri bangsa yang “Bhineka Tunggal Ika Tan Hanna Dharma Mangrwa” yang digali oleh Bung Karno sebagai kristalisasi jati diri bangsa dan ideologi negara dengan dicetuskan Pancasila sebagai dasar filosofi negara pada 1 Juni 1945. “Untuk itu kita harus mengembalikan jati diri bangsa dengan pedoman Bhineka Tunggal Ika, walau berbeda-beda namun tetap satu,” ujar Hendry. ***

Berita Terkait

Komentar

Komentar