Ketua DPRD DKI, Ultimatum Gubernur Anies; Stop Bikin Kebijakan Ngawur…

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi buka suara terhadap penjenamaan rumah sakit umum daerah (RSUD) menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan perubahan nama tersebut pada Rabu (3/8/2022).

Menurut Prasetio, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta seharusnya membuat terobosan tentang program pembangunan atau pelayanan yang berdampak langsung kepada masyarakat.

“(Program) yang terasa langsung gitu kesuksesannya di tengah masyarakat, bukan cuma ganti-ganti nama. Kemarin nama jalan (yang diganti), sekarang rumah sakit. Stop deh bikin kebijakan ngawur,” ujar politusi PDI-P itu, dalam keterangannya, Kamis (4/8/2022).

Ia menilai, Ibu Kota kini memiliki banyak peemasalahan yang harus segera ditangani seperti peningkatan persentase angka kemiskinan, problem kampung kumuh di tengah kota dan lainnya.

Prasetio mencontohkan sejumlah kampung yang perlu ditangani segera adalah Tanah Tinggi dan Johar.

“Lihat Tanah Tinggi, Johar, mereka itu perlu sentuhan pemerintah, butuh solusi dengan program program yang baik, bukan gonti-ganti nama begitu, itu enggak dibutuhkan masyarakat,” tegas dia.

Diberitakan sebelumnya, Anies melakukan penjenamaan RSUD menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta. Menurut dia, penjenamaan itu telah dibahas sejak 2019. Kata dia, Pemprov DKI Jakarta mulai menyiapkan sejumlah langkah terkait penjemanaan menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta pada 2020. Namun, program itu terhenti pada 2020 karena pandemi Covid-19. (sabar)

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.