Komnas HAM: Hukuman Mati Tambah Tekanan Keluarga Napi

komnas-ham

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Nur Cholis menilai proses pelaksanaan hukuman mati bagi terpidana kasus narkoba seperti yang dipertontonkan sejumlah media akan menambah tekanan tersendiri bagi terpidana maupun keluarganya.Menurutnya tidak selayaknya hal itu terus dibiarkan. “Pertama kita pastikan dulu, bahwa standing kami Komnas HAM menolak hukuman mati. Terlepas dari itu proses hukuman mati yang demonstratif yang berlebihan akan menambah tekanan kepada keluarga dan terlebih lagi tekanan itu dirasakan korban,” kata Nur Cholis saat dihubungi, Minggu (1/3/2015).

Menurut dia, banyak diantara terpidana hukuman mati itu sudah menjalini hukuman bertahun-tahun dan selama menjalani hukuman tidak sedikit yang sudah menyadari kesalahan yang mereka lakukan dan bertobat dan dengan pemberintaan mengenai pelaksanaan hukuman mati, mereka kembali mendapatkan posisi sebagai orang yang tidak termaafkan oleh masyarakat. “Mungkin pemberintaan yang berlebihan melukai mereka terutama mereka yang sudah bertobat.Pemberitaan mengenai proses hukuman mati yang akan mereka jalankan membuat posisi mereka seolah sudah tidak punya harkat lagi dan harus disingkirkan,” jelasnya.

Dia pun menyarankan agar media terutama televisi untuk tidak hanya mengangkat perbuatan salah yang pernah mereka lakukan, tapi hendaknya juga bisa memberikan informasi tentang apa saja perbaikan-perbaikan diri yang sudah mereka capai, agar masyarakat pun bisa mendapatkan informasi secara imbang.Jadi yang disiarkan bukan hanya teknis hukuman mati, tapi paling tidak perubahan positif pada diri mereka. “Dengan demikian ini juga memberikan gambaran positif tentang kinerja aparatur lembaga pemasyarakat yang positif terhadap mereka. Mereka membutuhkan pemberintaan yang objektif,” pungkasnya. (nisa)

Humbanghas
Humbanghas

Berita Terkait

Komentar

Komentar