Kompetensi dan Esprit De Corps

Oleh: Fauzi Azis

Fauzi Azis

Fauzi Azis

KOMPETENSI dan esprit de corps adalah salah satu aspek penting dalam pengelolaan sumberdaya agar proses pembinaan dan pengembangan sumberdaya tersebut menghasilkan kekuatan yang benar-benar terkonsolidasi karena dua pilar utamanya, yaitu kompetensi dan esprit de corps menyatu dalam dalam satu kesatuan tindak untuk memenangkan persaingan.

Kompetensi, pada dirinya mengandung unsur keahlian, keterampilan, kecerdasan bahkan sikap hidup, etos kerja seseorang dalam suatu organisasi. Sedangkan esprit de corps secara sederhana berwujud sebuah semangat, yaitu kebersamaan dan kesetiakawanan.

Sekedar contoh, kesebelasan Manchester United (MU), Barcelona (Barca) selalu dapat berhasil memenangkan pertandingan sepakbola karena mereka berhasil menerapkan dua komponen penting tadi yaitu kompetensi para pemain secara individu di posisinya masing-masing dan saat yang sama mereka berhasil melakukan keterpaduan dalam bermain karena mereka berhasil memupuk semangat kebersamaan dan kesetiakawanan yang sangat kuat sebagai anggota tim kesebelasan dan semangat tersebut merasuk menjadi kesadaran dan keyakinan komunal bahwa untuk memenangkan pertandingan tidak cukup hanya mengandalkan kompetensi saja tetapi juga harus dibarengi dengan semangat kerjasama dan kesetiakawanan.

Jadi kompetensi dan esprit de corps adalah sekeping mata uang dan menjadi sebuah need dalam suatu organisasi untuk membangun kekuatan dan ketangguhan organisasi dalam menjalankan misinya.

Dalam organisasi yang lebih besar, misalnya negara, peran kompetensi para penyelenggaranya menjadi sesuatu yang penting karena mereka memikul tanggung jawab yang berat untuk memimpin dan mengelola sebuah negara guna mensejahterakan dan memakmurkan kehidupan rakyatnya baik secara spiritual maupun material. Negara yang terdiri dari berbagai ragam suku, agama, ras dan etnis memerlukan semangat kebersamaan dan kesetiakawanan yang harus terpupuk di sepanjang waktu, di berbagai jenjang kehidupan (baik dalam lingkungan masyarakat, sosial dan pendidikan, lingkungan kehidupan politik dan ekonomi).

Kompetensi dan esprit de corps pendek kata harus menyatu dalam satu sistem, manunggal dalam sistem ketatanegaraan dan wawasan kebangsaan agar negara dan bangsa ini tidak mudah terombang-ambing oleh keadaan lingkungan internal dan eksternal yang secara dinamis terus berubah dan mengalami perubahan.

Manunggal dapat dimaknai pula Incorporated. Incorporated dalam hal membangun kebijakan dan strategi pembangunan dan incorporated dalam melakukan kerjasama dengan negara-negara lain di dunia, baik kerjasama di bidang polkam, ekonomi, industri, investasi dan perdagangan, juga dibidang-bidang yang lain. Oleh sebab itu, aspek kompetensi dan esprit de corps dalam mengelola negara dan mengelola seluruh sumberdaya alam yang dimiliki dan dikuasainya harus memperhatikan aspek kompetensi para penanggung jawabnya dan spirit esprit de corps dimaksud.

Banyak kalangan mengkhawatirkan tentang masalah yang berkaitan dengan kompetensi dan esprit de corps dan mengelola negara dan bangsa ini, tapi di sisi yang lain kita harus yakin dan percaya bahwa kapasitas intelektual bangsa ini cukup beragam dimiliki dan dikuasai oleh berbagai kalangan dan di berbagai lapisan masyarakat yang kompeten di bidangnya.

Demikian pula tata nilai yang bersumber dari agama dan budaya cukup tersedia untuk menjadi bekal membangun semangat esprit de corps. Kesadaran ini yang perlu ditumbuhkembangkan karena kita adalah bangsa yang besar, bermartabat dan bangsa yang berperadaban.

Bangsa yang besar, bermartabat dan beradap harus memiliki kompetensi yang tinggi untuk mengelola kemartabatan dan keberadaban bangsa yang besar ini. Dan semangat esprit de corps adalah bagian interen dari kemartabatan dan keberadaban bangsa itu sendiri. Jayalah negeriku, jayalah bangsaku, sejahterakan dan makmurkan rakyat negeri ini berdasarkan kompetensi-kompetensi yang kita miliki dan tidak bergantung pada bangsa lain dan bergerak maju berdasarkan semangat esprit de corps.***

Berita Terkait

Komentar

Komentar