Kondisi Baja Nasional Dipengaruhi Dunia

index

KARAWANG, (tubasmedia.com) – Perusahaan baja, PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (Spindo) mengalokasikan dana sebesar Rp 150 miliar untuk penambahan kapasitas pabrik hingga 48.000 ton per tahun. Hal ini dilakukan Spindo mendukung industri otomotif nasional.

Hal itu diucapkan Presiden Direktur PT Spindo, Tedja Sukmana Hudianto pada persesmian perluasan pabarik baja di Karawang, Jawa Barat. Persemian itu dilakukan Dirjen Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan.

Putu mengatakan kebutuhan pipa untuk industri otomotif nasional sebesar 180.000 ton per tahun, maka adanya investasi ini kebutuhan industri otomotif akan terpenuhi sebesar 60 persen.

“Apa yang sudah dilakukan Spindo ini patut diapresiasi,” ujar Putu pada peresmian perluasan pabrik dan peresmian mesin pipa PT Steel Pipe Industry of Indonesia, di Kawasan Industri Mitra Karawang, Jawa Barat, Selasa (17/11/2015).

Penambahan kapasitas pabrik Spindo katanya perlu diapresiasi, karena industri besi dan baja merupakan salah satu sektor prioritas yang memegang peranan penting bagi pengembangan industri nasional, mengingat besi dan baja adalah bahan baku dasar bagi industri lainnya.

Selain menambah kapasitas pabrik, Spindo juga menambah mesin baru yang ditargetkan bisa mencapai kapasitas produksi hingga 6.000 ton per bulan pada kuartal I 2016.

Tedja Sukmana Hudianto, mengatakan tingginya permintaan produk membuat perusahaan menambah varian jenis pipa baja. Biasanya, Spindo memproduksi pipa paling kecil dengan ketebalan maksimum 4 mm.

“Dengan investasi mesin baru ini, bisa dibuat pipa baja kecil dengan ketebalan 6,5 mm,” katanya.
Dengan pembelian mesin baru, menurut Tedja, kapasitas produksi akan terus bertambah. Hingga Oktober tahun ini, pabrik di Karawang sudah menghasilkan 4.800 ton pipa baja.

“Jumlah ini cukup bagus, karena biasanya produksi di Karawang hanya 3.500 ton per bulan. Ditargetkan pada kuartal pertama tahun depan, kapasitas produksi bisa mencapai 6.000 ton per bulan,” ujarnya.

Hingga Oktober tahun ini, Spindo berhasil menjual pipa baja sebesar 313.924 ton. Jumlah ini diprediksi akan terus bertambah hingga Desember sebesar 80.000 ton.

“Sebab, saat ini pasar baja sangat beragam, tidak hanya digunakan untuk otomotif, produk perseroan juga dikonsumsi sektor infrastruktur, properti, mebel serta industri minyak dan gas,” ungkapnya.

Spindo merupakan perusahaan pipa baja electric resistance welded (ERW) dan pipa baja spiral yang berjumlah enam perusahaan yang tersebar di beberapa tempat di Jawa Timur dan di Jawa Barat, dengan total kapasitas produksi sebesar 300.000 ton per tahun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 1.386 orang.

Putu menambahkan kondisi perkembangan industri baja nasional sangat dipengaruihi oleh perkembangan baja dunia yang dapat berimbas langsung kepada baja nasional sehingga mengakibatkan industri ini mengalami tekanan dari sisi pemasaran dan tidak mempunyai daya saing. (sabar)

Humbanghas
Humbanghas

Berita Terkait

Komentar

Komentar