Konstituen Bingung

Oleh: Sabar Hutasoit

Sabar Hutasoit

Sabar Hutasoit

PEMILIHAN anggota legislatif atau disingkat dengan Pileg yang akan berlangsung 9 April 2014, sudah sangat dekat, tinggal menghitung hari saja. Namun para calon pemilih masih berada di persimpangan jalan. Pasalnya, bingung mau pilih siapa.

Kenapa? Karena tidak kurang dari 90 persen dari calon legislatif disingkat caleg tersebut adalah muka-muka lama yang kredibilitasnya sebagai wakil rakyat di lembaga yang katanya terhormat itu teramat diragukan. Kinerjanya sebagai wakil rakyat amat buruk dan tidak pernah menyentuh kepentingan rakyat.

Tidak hanya itu, sebagian besar dari mereka sudah ada yang dipenjarakan karena melakukan tindak pidana korupsi dan sebagian lagi masih status saksi alias masih sedang proses untuk berubah status menjadi tersangka dan seterusnya berubah lagi menjadi terdakwa.

Kekecewaan masyarakat terhadap kinerja anggota DPR yang merasa dirinya terhormat itu sebenarnya sudah sangat mendalam. Bayangkan, sebagai seorang anggota legislatif, jika ditilik dari penghasilan, mereka itu sudah lebih dari cukup.

Semua kebutuhan untuk hidup sudah disediakan pemerintah. Gaji tetap bulanan sudah ada malah jumlahnya cukup menggiurkan. Ditambah lagi biaya rapat, biaya kunjungan, biaya mempersiapkan undang-undang dan banyak lagi jenis-jenis biaya yang harus mereka terima.

Malah ada lagi dana penambah stamina jika mereka rapat. Nilainya, konon tergantung dari berapa jam mereka duduk. Pokoknya, penghasilan seorang anggota DPR setiap bulannya, sangat menggiurkan.

Lalu kenapa masih harus melakukan korupsi. Kenapa masih harus tega menghisap darah masyarakat. Kenapa masih harus meminta-minta uang THR. Kenapa masih harus malas untuk rapat. Kenapa masih enggan memperjuangkan kepentingan rakyat. Ini mungkin yang memicu amarah rakyat banyak kepada para anggota dewan tersebut.

Selain itu, kepribadian sebagian anggota legislatif tersebut memalukan. Tutur katanya tidak sopan. Dalam rapat resmi di lembaga yang dikatakan terhormat, berani mengeluarkan kata-kata yang tidak senonoh, bagaikan kebun binatang. Tidak ada rasa risih mengeluarkan kata-kata yang tidak layak diucapkan, jangankan oleh para anggota DPR, para kuli di terminal bus sekalipun tidak akan berani mengeluarkan kata-kata kebun binatang di forum resmi.

Tapi mereka-mereka yang merasa dirinya negarawan dan duduk di kursi empuk dalam ruangan mewah full AC di Senayan sana, berkuasa lagi, tidak segan, malah sembari tertawa terkekeh-kekeh bertengkar menyebut nama-nama binatang. Yang begini-ini masih layakkah dipertahankan duduk di gedung milik rakyat itu? Ingat, gedung yang mereka tempati itu adalah milik rakyat. Sepenuhnya milik rakyat.

Untuk itu, ada anjuran kepada konstituen yang akan melaksanakan kewajibannya pada pemilihan anggota legislatif bulan April 2014 nanti. Pertama, jangan terima uangnya dan kedua, jangan pilih orangnya. Dua jangan ini, kalau pada pemilihan anggota legislatif periode lalu hanya dianjurkan satu yakni ambil uangnya tapi jangan pilih orangnya.

Rasanya untuk menghindari kekecewaan berikut, para konstituen sudah harus benar-benar memilih calon anggota dewan yang benar-benar memahami tugas dan fungsi mereka jika duduk di bangku DPR. Intinya kita pilih yang bermutu dan sopan dan juga mengerti serta paham budi pekerti. ***

Topik :

Berita Terkait

Komentar

Komentar