Konsumsi Swasta Bantu Jerman Menghindari Resesi Di Kuartal Ketiga

5d48752c-9fdc-8ce6
MUNCHEN, (tubasmedia.com) – Data pada hari selasa menunjukkan kenaikan tajam dalam konsumsi swasta memberikan kompensasi lebih dari kelemahan sektor investasi, untuk membantu pos pertumbuhan ekonomi moderat Jerman di kuartal ketiga dan menghindari resesi teknis.

Federal Statistics Office menegaskan dalam perkiraan kilat sebelumnya menunjukkan terjadinya kenaikan 0,1 persen pada penyesuaian musiman produk domestik bruto (PDB).

Konsumsi swasta naik 0,7 persen dari kuartal sebelumnya, kenaikan terbesar dalam tiga tahun, dan investasi publik naik 0,6 persen. Secara keseluruhan konsumsi menyumbang 0,5 poin persentase pertumbuhan, sementara perdagangan memberikan dukungan sederhana.

Pada sisi negatifnya, investasi dalam peralatan anjlok sebesar 2,3 persen, sementara modal bruto dan investasi konstruksi juga turun. Secara keseluruhan, investasi dikurangi 0,7 poin dari persentase pertumbuhan PDB di kuartal ini.

Namun dalam tanda positif untuk kuartal keempat, persediaan adalah hambatan besar pada pertumbuhan, menunjukkan rebound di bulan-bulan terakhir tahun ini.

“Kami tidak dalam resesi,” kata Menteri Keuangan Wolfgang Schaeuble kepada parlemen setelah data dirilis.

“Kami tidak memiliki pertumbuhan ekonomi yang cukup baik seperti yang kita lakukan sebelumnya tetapi kita melakukan dengan baik kemampuan ekonomi kita. Kita tidak bisa membiarkan pembicaraan tentang ‘krisis’ untuk mendorongnya.”

Schaeuble juga membela “koalisi besar” pemerintahan Kanselir Angela Merkel terhadap tuduhan bahwa pemerintah tidak berinvestasi cukup besar dalam infrastruktur, dimana banyak ekonom mengatakan hal tersebut sangat penting untuk membantu memacu pertumbuhan ekonomi di Eropa.

Setelah ekonomi Jerman mengalami kontraksi 0,1 persen pada kuartal kedua, beberapa pengamat mengkhawatirkan Jerman akan tenggelam ke dalam resesi teknis dengan terbebani oleh kelemahan kunci dengan mitra dagang zona euro seperti Perancis, perlambatan di China dan ketidakpastian dari krisis Ukraina.

Rendahnya angka pengangguran, meningkatnya upah dan tingkat suku bunga di rekor terendah juga memberikan dukungan.

Namun, Jerman tidak lagi terlihat seperti “lokomotif pertumbuhan” yang menantang krisis zona euro sebagaimana pada tahun 2010 dan 2011. (rizal)

Berita Terkait

Komentar

Komentar