Korupsi di USU, Angelina Sondakh Dapat 5%

angelina-sondakh

MEDAN, (tubasmedia.com) – Berhasil mencairkan anggaran untuk pengadaan peralatan farmasi dan etnomusikologi di Universitas Sumatera Utara (USU) tahun 2010, Angelina Sondakh yang saat itu mewakili Komisi X DPR RI mendapat fee sebesar 5%. Selain itu, dari keuntungan PT Permai Group dalam kedua proyek tersebut anggota panitia mendapat fee mulai dari 2,5% sampai 3%, pejabat pembuat komitmen (PPK) mulai 0,5% sampai 1%. ” Rektor, PR I, PR II dan dekan biasanya dapat dua persen.

Sementara untuk Komisi X DPR RI dapat lima persen dan perusahaan yang dipinjam satu persen,” jelas Mindo Rossalina Manulang saat dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan di Ruang Cakra I Gedung Pengadilan Negeri Medan. Kebersamaan perilaku koruptor itu terungkap dalam sidang dugaan korupsi pengadaan peralatan farmasi dan etnomusikologi kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan, Rabu (10/6/15).

Mindo menjelaskan, sebelum proyek tersebut berjalan, Prof Sumadio sempat mengeluhkan kalau dirinya sebagai Dekan Fakultas Farmasi saat itu ingin membuat Gedung Fakultas Farmasi sendiri beserta peralatan. “Pak Sumadio juga mengajukan proposal ke Dirjen Dikti, namun belum ditanggapi. Barulah saya melobi Dirjen Dikti dan Komisi X DPR untuk melobi,” tambah wanita yang dihukum selama dua tahun enam bulan penjara atas dugaan suap Wisma Atlet Sea Games XXVI Palembang.

Sukses melobi dan anggaran untuk peralatan farmasi telah cair, Mindo sempat mengundang Prof Sumadio ke Jakarta. “Setelah alat-alat datang, kita berhubungan langsung dengan panitia. Saya sebagai pimpinan marketing mengundang pak Sumadio sekali,” ujar mantan Direktur Marketing PT Permai Group itu.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga menghadirkan Gerhana Sianipar selaku mantan Wakil Direktur Marketing PT Permai Group di persidangan. Di hadapan majelis hakim yang diketuai Marsudin Nainggolan, Gerhana mengatakan pihaknya pernah memberikan uang pengganti tiket kepada Prof Sumadion sebanyak dua kali.

“Pernah saya serahkan uang pengganti tiket dua kali kepada Prof Sumadio. Itu proyek pertama dan kedua. Memang sudah diperintah Pak Nazar (Nazaruddin),” kata Gerhana. (marto)

Berita Terkait

Komentar

Komentar