Laju IHSG Akan Menguat Dengan Asumsi Aksi Jual Mereda

IHSG

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Head of Research NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada memaparkan, kali ini laju penguatan IHSG mendapat dukungan dari hampir mayoritas bursa saham Asia yang mampu berbalik positif setelah merespon penguatan laju bursa saham AS. IHSG pun memanfaatkan kondisi tersebut untuk kembali melanjutkan penguatannya seiring dengan kembalinya pelaku pasar menambah aktivitas pembeliannya.

Jelang puasa, laju IHSG mampu melanjutkan kenaikannya. Selain imbas dari kondisi bursa saham regional yang rata-rata menguat, tampaknya sentimen dari pemerintah juga cukup diapresiasi positif. Adanya pernyataan bahwa stok bahan pangan selama bulan puasa dinilai aman dan diharapkan harga akan stabil memberikan persepsi tidak akan terjadi lonjakan harga yang berujung pada peningkatan inflasi.

“Laju IHSG dapat kembali berjalan sesuai harapan kami. Sebelumnya kami sampaikan bahwa secara teknikal memang memberikan indikasi akan adanya peluang kenaikan namun, kami khawatir kenaikan ini hanya bersifat sementara atau hanya di-php-in oleh pasar seperti yang terjadi pada tanggal 26 dan 27 Mei, 5 dan 8 Juni, 10 dan 11 Juni, dan 12 dan 15 Juni,” tutur Reza, Kamis (18/6/15).

Jika kali ini kembali terjadi maka sudah 5x diberikan ketidakpastian di pasar. Kasihan pelaku pasar yang sedang berharap adanya kenaikan lanjutan namun, tidak terjadi. Diharapkan, kali ini laju IHSG dapat melanjutkan penguatannya meski harus diantisipasi pembalikan arah seperti tanggal-tanggal sebelumnya.

Saat ini posisi IHSG menyamai posisi di awal kuartal 2 tahun 2014. Pola pelemahan dapat dimungkinkan jika tidak ada penahan terhadap aksi jual tersebut. Tetap mewaspadai potensi penurunan kembali (jika ada). Meski aksi beli asing kembali berbalik menjadi aksi jual dan diiringi kembali melemahnya laju US$ namun, tidak menghalangi IHSG untuk mampu berada di zona hijau. Transaksi asing masih nett sell (dari net buy Rp 199,59 miliar menjadi net sell Rp 403,24 miliar).

Pada perdagangan Kamis (18/6) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4885-4900 dan resisten 4965-4980. Laju IHSG mampu bertahan di atas area target support 4815-4850 dan mampu berada di atas area target resisten 4890-4912.

Dengan asumsi aksi jual mereda dan tergantikan dengan meningkatnya aksi beli diharapkan dapat membuat laju IHSG dapat melanjutkan kenaikannya. Namun, perlu dicermati adanya utang gap 4892-4894 yang dapat menghambat peluang kenaikan lanjutan tersebut.

“Kami masih berharap, laju IHSG dapat melanjutkan penguatannya meski kami juga tetap mewaspadai potensi penurunan kembali (jika ada),” imbuh Reza.

Pertimbangan saham-saham antara lain :

PPRO 165-195|Spinning di atas middle Bollinger band (MBB ). William’s %R naik diikuti peningkatan RSI|Trd buy slm bertahan di atas 175. CL 170

DSFI 120-144|Morning doji star dekati MBB. Volume beli peningkat dibarengi kenaikan momentum|Trd buy slm bertahan di atas 130. CL 127

PWON 405-435|Hanging man di MBB. MFI naik diiringi peningkatan mass index. Target resisten 410 terlampaui. Waspadai utang gap 405-410|Trd sell jika 420 gagal bertahan

PNLF 270-285|Morning star bertahan di atas LBB. RoC naik diikuti peningkatan william’s %R|Trd buy slm bertahan di atas 278. CL 274

BSDE 1685-1795|Morning star dekati MBB. RSI berbalik naik diikuti peningkatan MACD|Trd buy slm bertahan di atas 1755. CL 1745

ICBP 12700-13150|Spinning bertahan di atas LBB. MFI turun, diimbangi peningkatan Mass index|Trd buy slm bertahan di atas 12850. CL 12800. (angga)

Berita Terkait