Laju IHSG Berada Di Persimpangan Antara Peluang Melemah Dan Peluang Menguat

ihsg-di-persimpangan

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Head of Research NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada memaparkan, pasca berada di zona hijau selama 3 hari sebelumnya, laju IHSG kembali melemah. Seolah tidak memperhatikan laju bursa saham Asia yang sedang hijau, laju IHSG memilih mendekam di zona merah.

Aksi ambil untung kembali terjadi, terutama pada saham-saham infrastruktur, perdagangan (terutama saham-saham media dan ritel), serta pertambangan. “Padahal laju bursa saham Asia sedang mencoba untuk positif merespon langkah pemerintahan Yunani yang mengajukan proposal baru kepada IMF untuk penyelesaian masalah utangnya,” kata Reza, Selasa (23/6/15).

Akan tetapi, tampaknya berita negatif dalam negeri lebih mendominasi, mulai dari penurunan penjualan mobil hingga potensi melonjaknya inflasi Juni-Juli karena faktor musiman, menjadi sentiment negatif yang menghalangi IHSG bertahan di zona merah. Bahkan positifnya laju bursa saham Eropa pun tidak membuat IHSG bergeming dimana tetap di zona merah.

Sebelumnya disampaikan bahwa meski hampir berbalik melemah seiring dengan adanya aksi-aksi profit taking namun, laju IHSG masih mampu bertahan di zona hijau. Jika diasumsikan aksi jual dapat mereda dan laju IHSG tidak terlalu terimbas pelemahan laju bursa saham global maka IHSG masih memiliki peluang kenaikan. “Akan tetapi, karena penguatan lebih bersifat technical rebound maka tetap mewaspadai adanya potensi penurunan kembali (jika ada),” tutur Reza.

Tidak hanya itu, masih berlanjutnya kenaikan nilai Rupiah tidak membuat laju IHSG bergerak naik karena diimbangi dengan Apalagi diikuti dengan transaksi asing yang berbaik jualan. Transaksi asing berbalik nett sell (dari net buy 596,38 miliar menjadi net sell Rp 63,33 miliar).

Pada perdagangan Selasa (23/6/15) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4938-4945 dan resisten 4971-4996. Laju IHSG di area target support 4950-4968 dan belum mampu mendekati area target resisten 4995-5005. Laju IHSG sempat menguat namun, tidak kuat menghadapi tekanan jual pelaku pasar sehingga melemah.

“Laju IHSG pun berada di persimpangan untuk melanjutkan penurunannya namun, juga memiliki peluang menguat jika imbas penguatan bursa saham global dapat dirasakan IHSG,” ujar Reza.

Penguatan yang lebih bersifat technical rebound sebelumnya membuka potensi penurunan kembali jika aksi jual masih berlanjut. Tetap waspadai setiap sentiment yang dirilis dan antisipasi penurunan lebih lanjut (jika ada).

Pertimbangan saham-saham antara lain :

ADHI 2060-2215|Morning star dekati MBB. MACD mencoba golden cross diikuti kenaikan stochastic|Trd buy slm bertahan di atas 2170. CL 2160

BWPT 365-393|Lower spinning di bawah MBB. Momentum naik diiringi peningkatan william’s %R|Trd buy slm bertahan di atas 375. CL 370

WIKA 2700-2790|Spinning dekati MBB. RSI naik diikuti peningkatan RoC|Trd buy slm bertahan di atas 2730. CL 2725

UNVR 40975-41875|Dragonfly doji dekati MBB. Volatility turun, diimbangi kenaikan william’s %R|Trd buy slm bertahan di atas 41500

KIJA 240-255|Dragonfly doji dekati MBB. MACD mencoba golden cross diiringi peningkatan momentum|Trd buy slm bertahan di atas 245. CL 240

TBIG 9075-9425|Shooting star lewati MBB. ROC mulai turun, diimbangi kenaikan william’s %R dan RSI|Trd buy slm bertahan di atas 9150. (angga)

Berita Terkait

Komentar

Komentar