Laju IHSG Masih Menyimpan Peluabg Pelemahan

IHSG-melemah

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Head of Research NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada memaparkan, laju IHSG terlihat sangat berfluktuatif. Sempat berada di zona hijau di awal perdagangan namun, langsung terhampas aksi profit taking.

Dengan masih adanya aksi profit taking tersebut membuat laju IHSG tidak dapat merasakan berada di zona hijau seperti yang dirasakan laju bursa saham Asia lainnya. Bahkan imbas kenaikan laju Rupiah dan positifnya laju bursa saham AS serta Eropa sebelumnya terlihat tidak mampu mengimbangi aksi jual tersebut.

Akibatnya penguatan di awal sesi pun tidak mampu berlanjut karena diiringi dengan pelemahan. Jelang penutupan, laju IHSG sempat berbalik naik namun, hanya tipis dengan kisaran kenaikan 0,04%-0,06% dimana ditopang oleh saham-saham perkebunan, properti, dan infrastruktur. “Belum adanya berita positif dari dalam negeri membuat IHSG masih terkurung dalam zona pelemahannya,” kata Reza, Rabu (24/6/15).

Sebelumnya disampaikan bahwa laju IHSG sempat menguat namun, tidak kuat menghadapi tekanan jual pelaku pasar sehingga melemah. Laju IHSG pun berada di persimpangan untuk melanjutkan penurunannya namun, juga memiliki peluang menguat jika imbas penguatan bursa saham global dapat dirasakan IHSG.

Penguatan yang lebih bersifattechnical rebound sebelumnya membuka potensi penurunan kembali jika aksi jual masih berlanjut. Tetap waspadai setiap sentiment yang dirilis dan antisipasi penurunan lebih lanjut (jika ada).

Tidak hanya itu, masih berlanjutnya kenaikan nilai Rupiah tidak membuat laju IHSG bergerak naik karena juga diimbangi dengan transaksi asing yang melanjutkan jualannya. Transaksi asing berbalik nett sell (dari net sell 63,33 miliar menjadi net sell Rp 113,88 miliar).

Pada perdagangan Rabu (24/6/15) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4900-4925 dan resisten 4950-4985. Laju IHSG di bawah area target support 4938-4945dan sempat berada area target resisten 4971-4996 meski berakhir di bawah area target tersebut.

“Seperti yang kami sampaikan sebelumnya, dimana penguatan IHSG masih rentan terjadinya pembalikan arah dan kali ini pun terlihat masih adanya profit taking yang membuat IHSG tidak dapat merasakan kenaikan seperti di bursa saham global,” tutur Reza.

Laju IHSG masih menyimpan peluang pelemahan terkecuali pada perdagangan Rabu (24/6) pelaku pasar secara bersama-sama melakukan aksi beli berjamaah maka laju IHSG pun dapat mengalami kenaikan. Untuk itu, tetap mewaspadai masih adanya potensi pelemahan lanjutan.

Pertimbangan saham-saham antara lain :

WSKT 1580-1690|Spinning lewati MBB. William’s %R naik diikuti peningkatan RSI|Trd buy slm bertahan di atas 1650. StopLoss 1640

ERAA 525-615|Morning star dekati MBB. RoC naik diiringi peningkatan mass index|Trd buy slm bertahan di atas 590. StopLoss 575

BWPT 370-427|White marubozu di area MBB. Volatility naik diikuti peningkatan MFI|Trd buy slm bertahan di atas 417. StopLoss 410

PTPP 3550-3600|Morning doji star dekati MBB. Volume beli mencoba naik diiringi pembentukan golden cross MACD|Trd buy slm bertahan di atas 3620. StopLoss 3610

CTRS 2630-2690|White marubozu dekati MBB. Parabollic SAR turun, diimbangi kenaikan RSI|Trd buy slm bertahan di atas 2660. StopLoss 2650

SMRA 1625-1695|Spinning di bawah MBB. Stochastic datar diimbangi kenaikan MFI|Trd buy slm bertahan di atas 1655. StopLoss 1645. (angga)

Berita Terkait

Komentar

Komentar