Laju Nilai Tukar Rupiah Cenderung Variatif

rupiah

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Head of Research Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada memaparkan, rilis IMF terkait masuknya Yuan ke dalam urutan mata uang yang dapat digunakan sebagai cadangan devisa selain US$ dan Euro memberikan sentimen positif pada laju Yuan.

Dengan penilaian tersebut, pelaku pasar berasumsi permintaan akan Yuan dapat meningkat. “Meski laju penguatan Yuan berimbas positif pada pergerakan laju Rupiah namun, masih tertahan dengan berbalik naiknya laju US$ seiring kemajuan perbaikan ekonomi AS,” kata Reza, Jumat, (12/12/14).

Laju Rupiah berada di bawah target level resisten 12.325. Laju Rupiah diperkirakan tidak berbeda jauh dibandingkan hari sebelumnya dimana cenderung variatif. Rp 12.342-12.328 (kurs tengah BI).

Turunnya foreign bond investment Jepang membuat nilai tukar Yen meningkat dan berimbas pada melemahnya sejumlah indeks saham Asia.

Tidak hanya itu, pergerakan harga minyak mentah dunia yang masih bergerak turun juga memberikan sentimen negatif. Bahkan naiknya suku bunga Rusia dari 9,5% menuju 10,5% juga turut direspon negatif. (angga)

Berita Terkait

Komentar

Komentar