Laju Rupiah Tampaknya Masih Berkubang di Zona Merah

rupiah

Jakarta, (tubasmedia.com) – NH Korindo Securities Indonesia (NHKSI) Head of Research Reza Priyambada memaparkan, laju Rupiah masih melanjutkan pelemahannya seiring respon pelaku pasar terhadap rilis deflasi sebesar -0,36% melanjutkan deflasi sebelumnya di level -0,24%.

Dengan dirilisnya angka deflasi membuat ekspektasi akan adanya potensi penurunan suku bunga sehingga Rupiah pun kian melemah. Pelemahan ini pun turut didukung oleh pelemahan sejumlah mata uang Asia, terutama Yen setelah dirilisnya penurunan capital spending Jepang dan Yuan setelah PBoC menurunkan suku bunga acuannya.”Pelemahan ini memberikan kesempatan bagi US$ untuk menguat meski data-data AS yang dirilis tidak cukup positif,” kata Reza, Senin (9/3/15).

Di lain hari, laju Rupiah sempat kembali mengalami kenaikan meski tipis pasca mengalami pelemahan di awal. Tampaknya penguatan US$ dalam beberapa hari terakhir dimanfaatkan untuk profit taking. Apalagi dengan adanya rilis negatif dari construction spending dan ISM manufacturing PMI AS yang mengalami penurunan sehingga berimbas pada melemahnya US$ sehingga Rupiah pun dapat memanfaatkan kondisi tersebut sebagai berkah untuk menguat.

Pasca mengalami kenaikan tipis, kali ini laju Rupiah pun kembali melemah walau tipis. Ekspektasi akan kembali turunnya BI rate seiring dengan dimulainya tren penurunan suku bunga di beberapa negara memberikan sentimen negatif bagi pergerakan laju Rupiah.”Laju Rupiah tampaknya masih berkubang dalam zona merah seiring belum adanya sentimen positif seperti yang kami sampaikan sebelumnya.

Meski dikabarkan BI telah melakukan intervensi namun, tidak banyak berpengaruh pada peningkatan laju Rupiah,” imbuh Reza.Selain itu, pernyataan dari BI maupun pemerintah yang terkesan tidak terlalu khawatir dengan pelemahan Rupiah turut mendukung Rupiah semakin melemah. Di akhir pekan, adanya rilis challenger job cut, nonfarm productivity, hingga initial jobless claims AS yang tidak sesuai harapan dimanfaatkan oleh Rupiah untuk menguat serta juga terbantukan dengan dirilisnya kenaikan angka cadangan devisa bulan Februari 2015. Rp 13.150-12.900 (kurs tengah BI). (angga)

Berita Terkait

Komentar

Komentar