Laju Yuan Berimbas Pada Penguatan Rupiah

index

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Head of Research NH Korindo Securities Indonesia (NHKSI), Reza Priyambada memaparkan, meski laju bursa saham Tiongkok tampaknya tidak banyak terpengaruh dengan turunnya neraca perdagangan Tiongkok secara keseluruhan namun, rilis tersebut memberikan sentimen negatif pada laju Yuan.

Tidak hanya itu, tetapnya kebijakan moneter BoJ juga turut membuat laju Yen melemah. “Pelemahan tersebut berimbas negatif pada laju mata uang kawasan regional sehingga berpengaruh juga pada laju Rupiah di awal pekan,” kata Reza, Senin (20/4/15).

Laju US$ tentu saja memanfaatkan pelemahan-pelemahan tersebut untuk berbalik naik. Akibatnya harapan kami akan pelemahan laju US$ pun tidak terjadi. Laju Rupiah di hari selanjutnya berjalan seperti perkiraan sebelumnya di mana masih melanjutkan pelemahannya setelah terimbas masih bergerak naiknya laju US$.

Bahkan dengan rilisnya BI rate yang masih tetap bertahan di level saat ini,7,5% tidak juga mampu menahan pelemahan Rupiah. Di hari lainnya, laju Rupiah naik tipis setelah sepanjang perjalanan berada di zona merah.

“Masih cenderung menguatnya laju US$ masih menjadi tekanan bagi laju Rupiah,” imbuh Reza.

Jika sebelumnya, rilis BI rate tidak banyak pengaruhnya kali ini beruntungnya Rupiah mendapat sentimen positif (meski tipis) dari rilis neraca perdagangan yang surplus US$ 1,03 miliar meskipun nilai ekspor dan impornya secara YoY mengalami penurunan.

“Laju Rupiah mampu mengalami kenaikan seperti harapan kami sebelumnya setelah mengkonfirmasi imbas dari menguatnya laju Yuan yang merespon ekspektasi akan pelonggaran moneter untuk membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Tiongkok,” jelas Reza.

Di sisi lain, menguatnya beberapa data makroekonomi Australia cukup mendukung penguatan AUD sehingga keduanya memberikan imbas positif pada mata uang kawasan Asia Pasifik. Apalagi laju US$ kembali melemah setelah merespon rilis pelemahan pada data-data ekonomi sebelumnya dan naiknya laju harga minyak mentah. Rp 13.070-12.895 (kurs tengah BI). (angga)

 

 

 

Berita Terkait