Laporan Perjalanan ke Tanah Suci, Bukan Perang Agama

031114-internasional

BETLEHEM, (tubasmedia.com) – Dalam suatu perjalanan rohani ke Tanah Suci, yaitu Mesir, Israel dan Jordania, dari tanggal 23 Oktober s/d 1 November 2014 lalu, dapat ditangkap suatu kesimpulan yang selama ini seolah-olah terabaikan.

Pemandu wisata kami Elias yang berkebangsaan Palestina dan beragama Kristen yang berasal dari Kota Betlehem menegaskan, “Bapak-bapak dan Ibu-ibu jangan salah mengerti. Di sini antara Palestina dan Israel tidak ada perang agama. Di sini terjadi perebutan tanah. Di Betlehem kota kelahiran Yesus ini yang termasuk ke dalam Otorita Palestina, kita bersaudara dan hidup berdampingan antara orang Kristen dan orang Islam.”

Sebagian tanah orang Palestina diambil paksa oleh orang Israel ketika tahun 1948 Pemerintah Inggris mengizinkan orang Yahudi masuk ke Israel. Dan harap dicatat, agama orang Yahudi yang beribadah di Synagoga bukanlah Kristen, tapi agama sendiri dengan Kitab Suci sendiri (Zabur).

Yerusalem sebagai ibu kota Israel merupakan kota suci untuk tiga agama besar dunia, yaitu Kristen, Islam dan agama Yahudi. Jumlah umat Kristen dan Islam hampir berimbang di Palestina. Memang di Mesir yang dulu seratus persen Kristen, kini hanya 20 persen orang Kristen, dan 80 persen beragama Islam.

“Tapi yang jelas, antarumat beragama tidak ada masalah di daerah ini,” kata Elias kepada tubasmedia.com pekan lalu. (apul)

Berita Terkait

Komentar

Komentar