Lewat Hannover Messe, Kemenperin Jembatani Startup dan Penyedia Teknologi dengan Investor

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Upaya Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menumbuhkan startup berbasis teknologi merupakan suatu strategi penerapan Making Indonesia 4.0. Dalam 10 Prioritas Nasional Making Indonesia 4.0, salah satu target yang berusaha diwujudkan adalah memberdayakan UMKM secara maksimal.

“Untuk mewujudkan Making Indonesia 4.0, kami berupaya menumbuhkan startup berbasis teknologi melalui program Startup4industry. Ini merupakan bagian dari Making Indonesia 4.0 untuk mendorong implementasi teknologi di industri dan masyarakat dengan solusi teknologi dari startup,” ujar Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih dalam diskusi Tech Providers & Startup Indonesia di Panggung Hannover Messe secara virtual, Rabu (14/4).

Lewat program Startup4Industry, Kemenperin membentuk ekosistem solusi teknologi industri 4.0 serta menjembatani kebutuhan industri dan masyarakat dengan tech provider. Menurut Gati, di dalam ekosistem tersebut, startup dan pelaku industri dapat saling berbagi sumber daya dan terhubung membentuk hub factory sharing. “Resources sharing dan economy sharing adalah bagaimana manufaktur dan roda ekonomi di era industri 4.0 berjalan,” papar Gati.

Beberapa program yang dijalankan Kemenperin dalam lingkup Startup4industry antara lain tech link atau temu bisnis antara startup dan pelaku industri. Kemudian, kompetisi implementasi teknologi untuk memberikan dampak pertumbuhan yang berkelanjutan melalui penggunaan produk maupun jasanya.

“Saat ini, kompetisinya sedang berlangsung dengan tema “Quick Adoption, Lasting Growth” untuk mendorong adopsi teknologi yang cepat dan terus bertumbuh oleh industri, khususnya IKM,” jelas Dirjen IKMA.

Pada Hannover Messe 2021, dari total 63 startup asal Indonesia yang turut mengambil bagian, 23 perusahaan di ataranya merupakan binaan Kemenperin melalui Startup4industry. Terhadap perusahaan-perusahaan tersebut, Gati mengharapkan untuk bisa mendapatkan pasar maupun memperluas jejaring melalui ajang pameran teknologi industri terbesar itu. “Para startup ini telah siap untuk go global. Potensi startup dan provider Indonesia memang harus terus didorong, agar dunia industri yakin akan kemampuan mereka,” tegasnya.

Dalam diskusi tersebut, juga hadir perusahaan tech provider Tata Sarana Mandiri, serta startup Multi Areal Planning (MAPID) dan PT. Mygrowtek Jaya Imajin (IMAJIN) yang merupakan peserta Hannover Messe 2021. (sabar)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar