Lima Tahun ke Depan, B4T Jadi Pusat Teknologi Bateray Litium

BANDUNG, (tubasmedia.com) – Ada sepuluh fokus riset yang diharapkan mampu menjawab dinamika perkembangan teknologi yang dapat mempengaruhi perkembangan industri nasional agar mampu bersaing di pasar global.

Hal itu diungkapkan Kepala Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T), Kementerian Perindustrian, Budi Susanto kepada wartawan yang berkunjung ke ruang kerjanya pekan silam.

Diantara kesepuluh fokus riset itu adalah energi baru dan terbarukan, transportase dan materian maju dan kegiatan penelitian ini mencakup proses hulu hingga hilir sesuai Rencana Induk Pembangunan Pembangunan Industri (RIPIN) shingga kontribusi riset bagi industri menjadi signifikan.

B4T adalah salah satu unit pelayanan teknis dan Balitbang di lingkungan Kementerian Perindustrian memiliki tugas dan fungsi melakukan penelitan dan pengembangan di bidang bahan dan barang teknik.

Budi mengatakan, salah satu dampak dan peluang yang sejalan dengan perkembangan riset tersebut adalah adanya peningkatan daya saing industrinasionalnyangs ecara tidak langsung mempengaruhi adanya peningkatan inovasi dari B4T dalam menjawab tantangan.

Menurutnya, inovasi atau suatu transformasi sangat diperlukan dalam proses kegiatan litbangyasa B4T sehingga diharapkan hasil penelitian dapat dijadikan instrumen oleh industri dalam menciptakan peningkatan daya saing industri yang signifikan.

Dengan mengacu pada arah kebijakan riset nasional, lanjut Budi, B4T diharapkan dapat ikut hadir dalam mendongkrak pembangunan ekonomi nasional dan tren teknologi yang berkembang.

Di bagian lain keterangannya, Budi menyebut, B4T juga turut mengambil peran dalam rangka menginisiasi inovasi hingga hilir riset menuju Industri 4.0. Melali peta jalan implementasi Indistri 4.0, arah pengembangan daya saing sektor manufaktur di Indonesia menjadi semakin jelas, termasuk target yang akan dicapai.

Litium

Budi memberi contoh, yakni rekayasa material fungsional yaitu pembuatan blok rem kereta api dari bahan komposit polimer non asbetos sebagai subsitusi impor. Kegiatan penelitian ini dilakukan terhadapn berbagai macam komponen dan suku cadang untuk sarana kereta api yang selama ini diimpor karena industri dalam negeri belum banyak yang dapat memproduksi dan mengembangkan berbagai kebutuhan penunjang untuk transportasi massal berbasis rel tersebut.

Hasil karya kegiatanLitbangyasa juga kata Budi, telah dihilirisasi oleh OT Inti Bagas Perkasa di Majalengka, Jawa Barat dan Koperasi Batur Jaya di Klaten Jawa Tengah dalam pembuatan blok rem kereta api.

Demikian juga kegiatan Litbangyasa di bidang diversifikasi energi diantaranya adalah sistem solar cell (on grid) komponen PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) seperti inverter dan DC Combiner.

Terkait kegiatan Litbangyasa diversifikasi energi ini, B4T kata Budi juga melakukan riset bateray ion litium untuk kendaraan bermotor yaitu bateray untuk mobil listrik dan sepeda motor listrik serta produk elektronika.

Bahkan untuk kebutuhan produk elektronika ini, bateray ion litium hasil riset B4T telah diimplementasikan dan dimanfaatkan untuk produksi power bank.

Untuk itu, dalam lima tahun ke depan, Budi Susanto menyatakan bahwa B4T mampu menjadi pusat teknologi bateray Litium yang terintegrasi dan dapat dijadikan referensi bagi industri, baik itu dari teknologi, maupun sistem. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar