Limbah Industri Batik Dibuang di Sembarang Tempat

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Hingga kini pengolahan air limbah industri batik secara terpadu belum ada. Pembuangan limbah batik di seluruh sentra industri kecil masih sendiri-sendiri dan dibuang secara sembarangan.

Hal itu diungkapkan Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA), Gatih Wibawaningsih menjawab wartawan di ruang kerjanya kemarin.

Padahal menurut Gati, pengadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) teramat penting, khususnya di setiap sentra agar seluruh air limbah industri batik tidak lagi mencemari lingkungan akibat pembuangan limbah yang tidak terpadu.

Namun diakui, hingga kini pihak Pemerintah Daerah setempat belum berinisiatif membangun IPAL dimaksud. ‘’Inisiatif membangun IPAL itu seharusnya datang dari Pemda setempat sebagai pihak yang memahami betul kondisi di daerahnya. Bukan dari kami inisiatif itu dan jika inisiatif itu sudah muncul, nanti teman-teman dari balai mendampingi Pemda,’’ kata Gati.

Menurutnya, jumlah sentra yang ada seluruh Pulau Jawa sekitar 7.000 unit, dimana diantaranya terdapat sentra sandang meliputi industi batik dan tenun sebanyak 1.150 sentra.

Seperti diberitakan setidaknya 5 juta liter limbah setiap hari dihasilkan oleh industri batik di seluruh Kota Pekalongan.

Dari total keseluruhan limbah yang dihasilkan industri batik itu, IPAL yang ada di Kota Pekalongan baru bisa menampung 45 persennya, sisanya terbuang begitu saja ke sungai. (sabar)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar