Luas Hutan Mangrove di Pantura Jawa Tengah 2.458 Ha

Laporan: Redaksi

ilustrasi

ilustrasi

SEMARANG, (TubasMedia.Com) – Wilayah pesisir sebagai daerah peralihan antara ekosistem darat dan laut memiliki karakteristik fisik, biologi, sosial dan ekonomi yang unik dan layak untuk dipertahankan.

Keanekaragaman potensi sumber daya alam di wilayah pesisir merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki peran sangat signifikan dalam pengembangan ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan masyarakat pesisir.

Pengembangan potensi sumber daya alam di wilayah pesisir tentunya akan melibatkan beberapa pihak terkait, seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya yang seyogianya dengan tetap mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung lingkungan.

Kawasan pantai-pantai di Jawa Tengah merupakan salah satu kawasan yang mendapat perhatian khusus berhubungan dengan berkurangnya luasan ruang terbuka hijau di Jawa Tengah. Kawasan ini memiliki peran penting sebagai imbas dari perkembangan kota/Kabupaten, dengan tujuan untuk mengurangi atau menyebarkan konsentrasi kegiatan dari pusat kota/kabupaten.

Pengembangan kawasan pantai-pantau di Jawa Tengah berpengaruh terhadap kawasan konservasi alam, yaitu kawasan yang diarahkan sebagai perlindungan pantai dari kerusakan dan kawasan ruang terbuka hijau dengan cara melestarikan hutan mangrove yang ada.

Ekosistem mangrove di pantai utara Jawa Tengah juga terbentuk pada dataran lumpur di muara-muara sungai. Namun nilai penting kawasan ini lebih rendah dibanding pantai utara kedua propinsi tetangganya mengingat luasannya yang jauh lebih sempit, akibat pendeknya sungai-sungai yang bermuara ke pantai ini.

Sebaliknya Jawa Tengah memiliki ekosistem mangrove yang sangat penting di pantai selatan. Segara Anakan merupakan hutan mangrove yang sangat menarik karena keadaan geomorfologinya mendukung terbentuknya ekosistem yang dinamis. Sedimentasi yang tinggi dari sungai Citanduy, Cikoneng/Cimeneng dan sungai-sungai lain menyebabkan terbentuk daratan baru yang didominasi tumbuhan pioner Avicennia dan Sonneratia, sedangkan Rhizophora menempati bagian kecil yang airnya tetap mengalir.

Menurut Kepala Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) Kementerian Perindustrian Dr Ir Sudarto MM Luas hutan mangrove di wilayah Pantai Utara Jawa Tengah cukup besar 2.458 Ha (Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2011). Jalur Pantura Jawa Tengah saja katanya digarap maksimal, sudah pasti membawa dampak positif terhadap perekonomian masyarakat apalagi jika diperluas ke seluruh nusantara. (sabar)

Topik :

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.