Luhut: Melarang Deklarasi Gerakan 2019 Ganti Presiden, Tepat Sekali

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Keputusan pihak Kepolisian melarang deklarasi gerakan 2019 ganti presiden di beberapa daerah dinilai tepat oleh Menteri Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan.

Mantan Komandan Satgas Tempur Khusus Pasukan Pemburu Kopassus (Detasemen-86) itu juga menilai tindakan pihak Kepolisian tidaklah refresif.

“Ya ngapain sih ribut-ribut. Ya enggak apa-apa dilarang, daripada bentrok,” ujarnya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (27/8/2018). Luhut menilai, gerakan 2019 ganti presiden bermuatan provokasi.

Hal ini dinilai justru akan menimbulkan gesekan dengan masa yang tidak setuju dengan gerakan tersebut.

Daripada deklarasi 2019 ganti presiden, Luhut menyarankan agar masa menonton dan menikmati pesta olahraga terbesar negara Asia, Asian Games yang digelar di Jakarta dan Palembang.

“Kita ini biarkan tenang, coba nikmati tuh Asian Games, coba semua penuh medali sekarang hampir 20 (medali emas) pernah kita bayangkan sekarang,” kata dia.

Sebelumnya, sejumlah tokoh penggerak aksi #2019GantiPresiden di tolak di sejumlah daerah di Indonesia. Beberapa aksi bahkan nyaris berujung dengan kericuhan. Sebut saja Neno Warisman yang dihadang massa ketika tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II. Selain itu juga penolakan terjadi kepada Politikus Partai Gerindra Ahmad Dhani di Surabaya. (red)

 

Humbanghas
Humbanghas

Berita Terkait

Komentar

Komentar