Luhut Sindir Gubernur Sumut yang Diam Setelah Terima Uang dari Pemilik Keramba yang Mencemari Danau Toba

MEDAN, (tubasmedia.com) – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan menuding keramba jaring apung yang hampir separuh menutupi Danau Toba sebagai sumber utama pencemaran di kawasan wisata tersebut.

Oleh karena itu, Luhut meminta Gubernur Sumatera Utara secepatnya membuat peraturan soal keramba agar danau tak semakin tercemar.

Luhut juga kembali mewacanakan zero keramba di Danau Toba karena saat ini sudah terlalu banyak keramba yang merusak lingkungan. Ia khawatir hal itu akan memicu penurunan jumlah kunjungan wisatawan ke daerah tersebut.

“Rakyat harus kita urus. Masa kotoran babi masih di buang ke danau. Pak Gubernur tolong nanti, masih ada kotoran rumah tangga di buang ke sana,” ucap Luhut kepada Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat meresmikan layanan taksi online di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, kemarin.

Luhut juga menyinggung pemerintah daerah yang diam karena diduga sudah terima uang dari perusahaan pemilik keramba. “Jangan karena dikasi duit, maaf ya, sama perusahaan itu, kita diam. Tak waktunya lagi itu. Kita harus bangga jadi orang Indonesia,” ucapnya.

Kepada Gubernur Edy, Luhut mengucapkan, masih ada kesempatan emas selama lima tahun ke depan untuk mengajak masyarakat bekerja sama mengembangkan wilayahnya terutama di bidang pariwisata. Terlebih Sumatera Utara punya potensi pariwisata yang sangat baik.

Menurut Luhut, kalau sektor pariwisata di suatu daerah berkembang dengan baik, maka ekonomi masyarakatnya juga akan meningkat. “Konsentrasi buat Sumut lebih bagus lagi. Pak Gubernur, ini golden opportunity untuk Anda. Saya dukung sepenuhnya apa yang Anda kerjakan,” ucapnya.

Pemerintah belakangan ini terus menggenjot kawasan wisata super prioritas, salah satunya adalah Danau Toba. Presiden Jokowi sebelumnya menargetkan pembangunan infrastruktur di kawasan Puncak Waringin di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) rampung tahun depan.

“Maksimal tahun depan sudah rampung semua. Terminal, airport, runway, rampung,” kata Jokowi dalam siaran tertulis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Rabu, 10 Juli 2019. (red)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar