Masalah Tembakau, Pemerintah Dinilai Berat Sebelah

index
YOGYAKARTA, (tubasmedia.com) –Menyikapi masalah pengendalian tembakau, pemerintah dinilai berat sebelah ( tidak berani mengabmbil sikap yang sama) antara masalah ekonomi dan ketenagakerjaan dengan faktor kesehatan yang ditimbulkan oleh tingginya konsumsi rokok di Indonesia.

“Pemerintah lebih khawatir kalau pengendalian tembakau akan mengurangi penyerapan tenaga kerja.” ujar Hasbullah Thabrany selaku Ketua Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Universitas Indonesia (PKEKK UI).

Menurut Hasbullah saat menjadi keynote speaker dalam International Conference di Yogyakarta, Senin (20/4), penyerapan tenaga kerja tidak hanya dilakukan dengan memproduksi tembakau menjadi rokok. Bisa saja hasil pajak bea cukai rokok yang 10 persen untuk negara, lima persennya bisa diberikan kepada petani tembakau untuk mengasah skill atau keterampilan lain mereka, selain dari memproduksi tembakau menjadi rokok.

Pemerintah diharapkan jeli dan tanggap terhadap pengaruh rokok bagi masyarakat Indonesia, khususnya yang ekonomi menengah ke bawah. Apalagi, harga rokok di Indonesia yang lebih murah dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura membuat konsumsi rokok di Indonesia tinggi.(rika)

Berita Terkait