Masyarakat Medan Tertarik Mata Uang China

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

MEDAN, (TubasMedia.Com) – Masyarakat Medan semakin tertarik investasi mata uang China “Chinese Yuan” atau Reminbi, menyusul fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) yang besar terhadap rupiah dan bagusnya perekonomian di China.

“Sejak RMB (Reminbi) diluncurkan dua bulan lalu, jumlah nasabah yang membuka tabungan atau berinvestasi di mata uang China terus meningkat,” kata Senior Vice President, Branch Manager HSBC Region Medan, Martalina Pola, di Medan, baru-baru ini.

Ia mengatakan hal itu sebelum acara Seminar Economic Outlook 2012 untuk para nasabah HSBC di Medan. Nasabah Renminbi itu ada yang baru, dari sebelumnya investasi di uang rupiah atau dolar AS.

Penguatan dolar AS terhadap rupiah yang berfluktuasi besar rata-rata hingga lima persen per tahun, membuat nasabah melirik Renminbi yang perubahannya stabil di kisaran 2,3 persen. Apalagi keuntungan yang dijanjikan Renminbi lebih besar dari investasi dalam dolar AS.

“Siapa pun bisa berinvestasi dalam Chines Yuan itu.Di HSBC cukup buka akun dengan setoran awal Rp20 juta, bisa diinvestasikan dalam bentuk tabungan maupun deposito,” kata Martalina, tanpa merinci total nasabah RMB itu dari sekitar 10 ribuan orang nasabah HSB di Medan.

Ditegaskan, minat nasabah di HSBC Medan untuk berinvestasi di obligasi dan danareksa semakin tinggi dari awalnya cenderung memilih tabungan atau deposito.

Saat ini 1 RMB setara dengan Rp1.415 atau naik dari awal tahun yang masih Rp1.355 dan diperkirakan penguatan nilai tukarnya terus terjadi dengan tren naik. Vice President Investment Sales and Communication HSBC, Jeffry Lomanto, mengatakan, pertumbuhan ekonomi China memang sangat bagus dan diperkirakan semakin meningkat karena pada 2011 negara itu bisa menahan pertumbuhan kredit propertinya yang sangat pesat di tahun 2009.

Pada tahun 2012, pertumbuhan ekonomi China diperkirakan bisa 8,6 persen dan itu menunjukkan nilai tukar mata uang negara itu masih tetap tinggi. China saat ini merupakan negara yang paling dilirik di pasar internasional, karena menjadi negara tujuan ekspor terbesar berbagai produk dari berbagai negara. Bagi Indonesia sendiri, China sangat menarik, karena sekitar 56 persen produk ekspor nasional adalah ke negara itu. (red/anthon)

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.