Mau Tidak Pakai Mobil Dinas Buatan Dalam Negeri?

Laporan: Redaksi

ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Pemerintah Indonesia dituding setengah hati dalam memajukan bangsa. Contohnya dalam sektor otomotif, Indonesia yang sudah mengembangkan mulai tahun 1972, namun hasilnya tetap kalah dengan Malaysia yang baru mengembangkan otomotif tahun 1980-an.

Pengamat ekonomi, Hendri Saparini mengatakan, saat ini Malaysia sudah bisa membuat produk otomotif merek mereka sendiri, yaitu Proton. “Malaysia saja sekarang bisa ekspor dengan merek mereka sendiri. Merek kita cuma di belakangnya, Toyota Kijang. Kita tidak punya brand,” ucap Hendri dalam acara Lokakarya Jurnalistik ‘Urgensi Survei dan Sertifikasi dalam Masyarakat Ekonomi Asean’, di Garut, Jawa Barat, kemarin.

Menurut Hendri, hal ini bisa terjadi karena tidak ada aturan perindustrian yang mendukung produk dalam negeri. Seharusnya, ada dorongan pemerintah agar produk dalam negeri lebih kompetitif, salah satunya dengan standarisasi.

“Kita semua setengah-setengah. Kita tantang pemerintah mau enggak APBN dijadikan pasar produk otomotif dalam negeri. Mobil dinas pakai produk dalam negeri, Korea pakai kebijakan itu,” jelasnya.

Pengadaan mobil pemerintah dinilai Hendri cukup tinggi dan bisa menjadi pasar produk otomotif dalam negeri. Bukan itu saja, pemerintah seharusnya mendorong dan melindungi produk dalam negeri.

“China kompetitif bukan hanya karena mereka pekerja keras. Ada kebijakan yang membuat cost mereka jadi rendah. Misalnya, timah mereka dilarang untuk ekspor. Mereka saving energy cost, itu kebijakannya,” ujarnya. (red/anthon)

Humbanghas
Humbanghas

Berita Terkait

Komentar

Komentar