Medan-Tarutung Banyak Jebakan

Laporan: Redaksi

ilustrasi

ilustrasi

TARUTUNG, (TubasMedia.Com) – Kondisi jalan sepanjang lintas Sumatera Utara yang menghubungkan Medan dengan Tarutung, amat memprihatinkan. Di sepanjang jalan sekitar 300 kilometer itu hampir tidak bisa ditemukan badan jalan yang sempurna, seluruhnya berlobang dan pecah-pecah, bagaikan jebakan.

Akibat kondisi itu, setiap kendaraan yang melintas terpaksa harus meliuk-liuk mencari badan jalan yang lebih baik di antara yang berlobang. Akibatnya, laju kendaraan terpaksa diperlambat membuat waktu tempuh menjadi lebih lama. Apa lagi kalau musim hujan.

‘’Payah nih pemerintah, jalan rusak koq dibiarin,’’ gerutu seorang sopir travel saat ditemui di salah satu warung kopi peristirahatan di Pematang Siantar.

Berbagai celoteh bernada negatif dilontarkan sejumlah pengemudi angkutan komersial yang mengaku setiap hari harus melintasi jalan-jalan rusak tersebut untuk mengantar jemput para penumpangnya.

‘’Tidak ada jalan lain, jadi harus lewat jalan rusak ini. Kalau ada pilihan, kita jelas tidak mau lewat sini,’’ kata Tanjung seorang sopir yang sedang mengantar tamunya ke Tarutung.

Wartawan TubasMedia.Com yang melintas di jalan tersebut pekan silam, memang menyaksikan kondisi jalan yang amat memprihatinkan. Selama kurang lebih 7 jam di atas kendaraan, paling banyak hanya dua jam kendaraan melaju dengan tenang di atas jalan yang tak berlubang. Selebihnya, penumpang harus rela terombang-ambing, terbanting ke kiri dan ke kanan yang kadang-kadang kepala penumpang terbentur ke atas mobil karena mobil ‘’melompat’’ sebab rodanya terperosok masuk ke lobang yang sangat dalam.

‘’Maaf ya pak, habis jalannya begini tak ada pilihan lain. Ini masih mending hujan tak turun. Kalo musim hujan dan kita jalan malam, keadaan makin parah lagi,’’ kata sopir yang membawa TubasMedia.Com ke Tarutung.

Sambil terus konsentrasi memilah-milah jalan yang lebih bagus, sopir terus mengeluarkan ocehan sekitar badan jalan yang sangat parah. ‘’Apa para pemimpin tidak pernah lewat jalan ini, atau mereka tidak peduli. Pemerintahan terus dimekarkan tapi rakyat terus juga menderita, jangan-jangan yang dimekarkan kantong-kantong pejabat aja tuh,’’ gerutunya.

Senada dengan ocehan para sopir, beberapa penjual jasa wisata juga menyatakan pesimistis daerah sepanjang lintas Sumatera Utara dapat menjaring wisatawan, khususnya Parapat.

‘’Mana mau turis datang ke daerah yang jalannya rusak seperti ini dan anehnya dari dulu sampai sekarang seperti tidak ada kemajuan. Coba bayangkan kalau jalan bagus, otomatis wisatawan merasakan nyaman dan dampaknya pada objek wisata seperti kuliner dan cindera mata pasti hidup karena turis akan semakin banyak ke Sumatera Utara,” kata Gurning seorang pemilik rumah makan di Parapat.

Baik sopir maupun pemilik rumah makan sama-sama menginginkan infrastruktur lebih diperhatikan dan segera diperbaiki. Mereka bertanya kenapa jalan di Aceh itu bagus banget, tapi di Sumut tidak bahkan rusaknya sangat parah dan sering longsor dimana-mana. ‘’Jadi menurut kami jalan yang utama diperhatikan yang kemudian akan mendatangkan turis dan juga perekonomian akan semakin baik,” katanya.

Kondisi infrastruktur jalan nasional di lintas Sumut khususnya di Wilayah Kabupaten Tapanuli Utara memang masih sangat buruk dan kian memprihatinkan. Jika kondisi ini ‘’dipertahankan’’ dan tidak ada niat membenahi, dikhawatirkan kondisi ini dapat menghambat pertumbuhan ekonomi. Bahkan kesejahtaraan warga akan terancam.

Sudah dapat dipastikan, buruknya infrastruktur juga berdampak negatif terhadap kelancaran arus lalu lintas orang maupun angkutan barang dan jasa. Selain waktu tempuh yang bertambah, biaya armada pengangkutan dan pemilik barang dagangan juga pasti membengkak.

Kondisi itu, tentunya berpengaruh terhadap naiknya harga-harga barang kebutuhan primer maupun barang kebutuhan sekunder. Jika harga barang menjadi mahal dan sulit diperoleh, masyarakat konsumen sangat dirugikan. Karenanya, infrastruktur jalan yang buruk tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah harus bertanggungjawab untuk melakukan perbaikan sesegera mungkin.

Informasi yang dikumpulkan TubasMedia.Com di sekitar Porsea dan Siborong-borong, para pengendara mobil maupun sepedamotor harus waspada. Pasalnya, sejumlah titik pada ruas jalan lintas Sumatera tersebut rawan kecelakaan.

Selain karena kondisi jalan yang tidak sempurna, lampu penerangan jalan di banyak lokasi khususnya di daerah tersebut sama sekali tidak ada. Tampaknya pemerintah sudah saatnya melengkapi rambu-rambu jalan seperti marka pemisah jalan, pembatas jalan dan pengaman jalan.

Jika pengaman jalan itu agak tinggi, mobil tidak akan terjun ke jurang dan korban bisa lebih cepat diselamatkan. Untuk itu, beram jalan harus diperbaiki agar kendaraan tidak terperosok dan terjunggal khususnya sepanjang jalan Siantar-Parapat mulai dari Nagori Pondok Bulu, Kecamatan Dolok Panribuan hingga ke Parapat karena merupakan jalur rawan kecelakaan. Jika ada marka jalan paling tidak setiap pengemudi tahu di mana ada tikungan dan mengurangi kecepatannya. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar