Meluncur Desakan dari Gerindra Agar Jokowi Mundur Gara-gara tidak Terapkan Lockdown, Gimana Komentar Prabowo?

JAKARTA, (tubasmedia.com) –  Ketua DPP Partai Gerindra, Iwan Sumule menilai bahwa saat ini rakyat telah kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah lantaran ragu dalam melakukan karantina wilayah atau lockdown untuk menangani virus corona atau Covid-19 ini.

Terkait itu, daerah pun terpaksa melakukan local lockdown. “Pusat sudah kehilangan wibawa, tak ada lagi kepemimpinan. Rakyat butuh pemimpin baru,” ujarnya yang juga Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM), Senin (30/3/2020).

Kemudian, ia pun mengungkit video Menko Polhukam Mahfud MD yang berdurasi 38 detik dalam acara di TV One bertajuk “Memelihara Persatuan di Tahun Politik”.

Dalam video tersebut, Mahfud menjelaskan bahwa presiden diharuskan mundur berdasarkan TAP MPR 6/2000 jika sudah tidak dipercaya rakyat, kebijakannya dicurigai.

“Kalau pemimpin sudah tidak dipercaya masyarakat, kebijakannya dicurigai, endak usah bilang berdasarkan hukum saya belum salah. Mundur, kata TAP MPR ini. Mundur kalau kalian sudah tidak percaya, negara kan hancur karena ketidakadilan. Negara berjalan baik kalau diperintah dengan adil,” bunyi penggalan kalimat Mahfud tersebut.

Menurutnya, berdasarkan penjelasan Mahfud, presiden yang sudah tidak dipercaya harus segera mengundurkan diri.

“Kalau mendengar penjelasan Mahfud MD soal TAP MPR 6/2000, Presiden harus mundur jika sudah tidak dipercaya lagi oleh rakyat dan tingkah lakunya (kebijakan) kontroversi,” kata dia.

Lebih lanjut, ia menyerukan kepada kepala daerah untuk segera bersatu dan berkoordinasi untuk menentukan kerangka kerja bersama.

“Kalau koordinasi antar-daerah baik, tentu akan lebih mudah melokalisir penyebaran dan penanganan penyebaran virus,” ujar dia.(red)

Berita Terkait

Komentar

Komentar