Membangun Industri Harus Fokus

Laporan : Apul D Mahardja

Dr Dedi Mulyadi, MSi

Dr Dedi Mulyadi, MSi

JAKARTA, (Tubas) – Untuk membangun industri masa depan yang berdaya saing tinggi, harus memperhatikan kecenderungan pemikiran-pemikiran terbaru dan keunggulan komparatif yang dimiliki melalui tiga pilar yang disinergikan, yaitu pendirian pusat-pusat pertumbuhan industri (growth industry), pengembangan kawasan industri yang terintegrasi dan pengembangan kompetensi inti industri daerah, untuk membangun daya saing yang berkelanjutan.

Demikian Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri, Kementerian Perindustrian Dr Dedi Mulyadi, MSi, kepada Tubas di kantornya di Jakarta pekan lalu. Untuk membangun ketiga pilar tersebut, digunakan pendekatan sektoral dan pendekatan regional serta harus fokus.

Artinya, membangun pusat-pusat pertumbuhan industri yang berlandaskan keunggulan komparatif yang dilakukan sinergi dan ditunjang oleh sektor ekonomi, seperti perkebunan, pertambangan, energi, infrastruktur, transportasi dengan membangun jejaring demi daya saing bersama. Itulah industrialisasi generasi ketiga.

“Untuk memberikan dampak tambahan bagi pembangunan masyarakat setempat, maka perkembangan pusat industri didukung dengan pengembangan kompetensi inti industri daerah bagi kabupaten atau kota di sekitar pusat pertumbuhan industri,” katanya.

Sebab itu, katanya, industri masa depan adalah industri-industri yang mempunyai daya saing tinggi, yang didasarkan pada besarnya sumber daya alam dan jumlah penduduk, dan tentu juga didasarkan pada daya kreatif, keterampilan dan profesionalitas sumber daya manusianya (SDM).

Karena itu juga, perlu mendorong pertumbuhan kemampuan inovasi oleh para putra bangsa sendiri, serta kerja sama aliansi global secara saling mengembangkan selama tidak merugikan kepentingan nasional. Dengan demikian, pembangunan industri diharapkan menjadi motor penggerak utama perekonomian nasional dan menjadi tulang punggung ketahanan ekonomi nasional. ***

Berita Terkait

Komentar

Komentar