Memindahkan Beban Fiskal ke Pundak Rakyat

060115 NAS 8

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat, Achmad Hafisz Tohir menyebut pemerintah telah melakukan permainan dengan memindahkan beban fiskal yang berat ke pundak rakyat. Hal itu menyusul kebijakan pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium sebesar Rp 900.

“Kalau memang benar-benar harga minyak diserahkan ke pasar bebas, harusnya bea produksinya lebih rendah yaitu tidak lebih dari Rp6000 per liter. Karena minyak dunia saat ini sedang turun,” kata Hafisz dalam siaran pers yang diterima tubasmedia.com di Jakarta, Selasa (6/1/2015).

Menurut dia terlihat sekali permainan pemerintah yang ‘norak’ dengan menurunkan harga BBM sebesar Rp900 namun harga gas elpiji 12 Kg dinaikkan.”Seharusnya ongkos atau harga energi nasional yang menyangkut hajat hidup rakyat banyak tidak boleh dilepas ke pasar bebas,” paparnya.

Politikus Partai Amanat Nasional itu melanjutkan, penetapan harga BBM yang mengikuti harga pasar melanggar Undang-Undang dan putusan Mahkamah Konstitusi.

“Quo Vadis pemerintahan Jokowi, kami memandang arah kebijakan pemerintah telah jauh bergeser dari isi janji-janji pilpres kmrn yang pro rakyat namun kini pro kapitalis,” pungkasnya. (nisa)

Berita Terkait