Mengaku Wartawan Melakukan Penipuan

Laporan: Redaksi

Pasangan suami-istri mengaku wartawan dan paranormal

Pasangan suami-istri mengaku wartawan dan paranormal

SEMARANG (Tubas) – Pasangan suami-istri mengaku wartawan dan paranormal, melakukan penipuan di Jakarta dan Surabaya. Keduanya memiliki berbagai nama samaran dan KTP. Aksi mereka terendus, menyusul informasi pimpinan redaksi sebuah majalah terbitan Sidoarjo-Surabaya belum lama ini.

Pimpinan redaksi konfirmasi pada wartawan Yono di Semarang, apa dia dan istrinya, Nyai Mas Ayu alias Yayuk Supiatun alias Yayuk Sukrisnawati alias Ayu Setiawati, praktik paranormal di Hotel A, Sawahan, Surabaya. Redaksi telah didatangi wanita dari biro iklan mengaku suruhan wartawan Yono untuk memasang iklan istrinya di majalah itu.

Yono menjawab, ia dan istrinya tak pernah ke Surabaya. Tapi tahu dari media di Semarang pernah ada Padepokan Nyai Mas Ayu, tapi telah dibubarkan (2005). Bahkan koran setempat memberitakan, perempuan mengaku ahli pasang susuk.

Polisi membenarkan, Yayuk Supiatun dan Budi Haryono dilaporkan pendiri padepokan, melakukan pencurian surat-surat berharga dan sejumlah benda. Ada pun Kejaksaan Negeri Semarang menjelaskan, ijin praktik dari instansinya untuk dukun itu telah kadaluwarsa dan tak berlaku lagi.

Informasi lain diterima paranormal Cina ini mengatakan, Yayuk Supiatun dulu WTS Kramat Tunggak Jakarta. Saat praktik perdukunan di Jakarta, banyak melakukan penipuan. Di antara korbannya, Ny Ros yang juga pasien paranormal ini menderita rugi puluhan juta rupiah. Setelah di Jakarta terbongkar jati dirinya, Yayuk dan Budi coba praktik di Surabaya. (mary)

Berita Terkait

  1. sugeng-kintelan 3 Oktober 2011, 03:17

    lelaki ini saya kenal bernama Budi Haryono, warga Lempongsari Barat. lha kok sekarang nama alias dan ktp nya banyak kayak gitu. memang benar, pria ini pengangguran, sesekali nyopir truck pasir di muntilan-magelang, jadi buruh kakaknya yang konon punya armada truck pasir. dia punya istri bekerja di ‘matahari’ semarang dan seorang anak perempuan gak karuan juntgrungnya. lelaki ini suka kumpul2 dan mabuk2an. sesekali kalau punya duit, tidur dengan wts di ‘sunan kuning’. pulang2 dalam keadaan mabuk, suka memukuli istrinya sampai babak belur. lah, sekarang dia dimana ? di jepara ? di muntilan ? di jakarta ? wah kasihan, jadi ‘penjahat kelamin’, ngaku macam2, bisa diuber2 police-man donk

    Reply
  2. MODIN KUNIR - KELING JEPARA 2 Oktober 2011, 10:56

    Perempuan dengan nama Yayuk Supiatun ini, benar merupakan penduduk asli Dukuh Congger, Desa Tunahan, Kec.Keling, Kab.Jepara, Provinsi Jateng. Dia anak satu-satunya perempuan bernama Mak Wakilah. Perempuan Mak Wakilah, lalu kawin dengan lelaki bernama Sumadi yang memiliki beberapa anak lelaki dari istrinya yang telah dicerai sebelumnya. Sumadi tu sampai sekarang adalah ayah tiri dari Yayuk Supiatun. Benar, Yayuk punya “saudara” bernama Muchlis yang jadi anggota Polisi di Polsek Keling. Juga punya saudara bernama Kusminto, anggota TNI-AD di Koramil Cluwak-Pati. Tetapi tentara ini sudah mati lima tahun lalu, karena terkena serangan jantung saat jadi backing (kejahatan) Yayuk, tapi diketahui Komandan Kodim Pati. Pihak Kodim Pati waktu itu berniat “menahan” Kusminto, namun keburu yang bersangkutan meninggal dunia dulu. Sejak umur 12 tahun Yayuk keluar dari Desa Congger-Tunahan, menjadi pelacur diberbagai tempat pelacuran ; Bajomulyo-Juwana/Pati, Bletek-Pati, Sunan Kuning-Semarang, Cemara Telu-Jepara, Kramat Tunggak-Jakarta dan lain-lain.

    Reply
  3. DEALER - JEPARA (JATENG) 2 Oktober 2011, 10:44

    Saya ingin menambahkan info tentang perempuan bernama Yayuk Supiatun/Yayuk Sukrisnawati dan nama alias lainnya ; Dulu sekitar tahun 1995, perempuan ini pernah mengkredit sepeda motor di tiga dealer sepeda motor di kota Jepara-Jateng. Kredit itu diberikan karena perempuan ini beer-KTP di Desa Mulyoharjo-Jepara, Kecamatan Kota-Jepara. Ternyata tiga sepeda motor tsb dipindah-tangankan/dijual oleh Yayuk pada orang lain di daerah pelosok pedesaan Kabupaten Jepara, tanpa ijin atau memberi tahu pada dealer-dealer. Ketika perempuan yang kemudian kita ketahui pekerjaannya “pelacur”, di kompleks “Cemara Telu” Jepara ini diminta tanggung-jawabnya oleh perbuatannya menjual sepeda motor tsb. Dia langsung melarikan diri tidak diketahui alamat dan tempat tinggalnya. Baru sekarang beritanya muncul di situs/website internet ini. Diharap para dealer sepeda motor yang berhubungan dengan perempuan ini hati2. Jangan sampai menjadi korban aksi kejahatan penipuannya.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.