Meningkat Kebutuhan Akan Tenaga Ahli Industri Tekstil

PUKUL GONG - Menteri Perindustrian Saleh Husin membuka diklat SDM garmen yang diikuti sebanyak 300 peserta dengan memukul gong disaksikan Kepala BDI Jakarta Abdillah Benteng, Kapusdiklat Kemenperin Mujiyono, serta Irjen Kemenperin Syarif Hidayat di Jakarta, 19 Januari 2015 (tubasmedia.com/istimewa)

PUKUL GONG – Menteri Perindustrian Saleh Husin membuka diklat SDM garmen yang diikuti sebanyak 300 peserta dengan memukul gong disaksikan Kepala BDI Jakarta Abdillah Benteng, Kapusdiklat Kemenperin Mujiyono, serta Irjen Kemenperin Syarif Hidayat di Jakarta, 19 Januari 2015 (tubasmedia.com/istimewa)

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Seiring dengan peningkatan kinerja industri tekstil dan produk testil (TPT), meningkat pula kebutuhan akan tenaga kerja, baik tingkat operator maupun tingkat ahli D1, D2, D3, dan D4.

Hal itu tercermin dari data permintaan tenaga kerja tingkat ahli ke Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) Kementerian Perindustrian, yang setiap tahun mencapai 500 orang, sementara STTT Bandung hanya mampu meluluskan 300 orang per tahun.

Menteri Perindustrian Saleh Husin mengemukakan hal itu pada peresmian Pembukaan Pelatihan SDM Industri Garmen dengan sistem Three in One (3 in 1) di Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta, Senin (19/1/2015).

Dikemukakan, untuk memenuhi sebagian permintaan akan tenaga kerja tingkat ahli bidang TPT, mulai 2012 Kementerian Perindustrian menyelenggarakan program pendidikan Diploma 1 dan Diploma 2 bidang tekstil di Surabaya dan Semarang, bekerja sama dengan STTT Bandung, PT. APAC Inti Corpora, asosiasi, serta perusahaan industri tekstil di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Selain itu, pada tahun ini Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan Asosiasi Tekstil dan Pemerintah Kota Solo akan membuka Akademi Komunitas Industri TPT untuk program Diploma 1 dan Diploma 2 di Solo Techno Park. Para lulusan program pendidikan Diploma 1 dan 2 tersebut seluruhnya ditempatkan di perusahaan industri.

Oleh karena itu, Menperin menyambut baik program diklat operator mesin Industri garmen berbasis three in one, dan juga mengapresiasi program-program pendidikan vokasi berbasis kompetensi untuk menyiapkan tenaga kerja ahli bidang industri TPT mulai tingkat ahli pertama (Diploma 1) sampai tingkat ahli (Diploma 4), baik yang telah berjalan maupun yang akan dikembangkan.

Diharapkan, pendidikan vokasi industri dan Diklat Industri berbasis kompetensi mampu menyiapkan tenaga kerja industri yang kompeten, khususnya menghadapai ASEAN Economic Community, yang akan diberlakukan pada akhir 2015. (ril/ender)

Berita Terkait