Meningkat, Kualitas Koperasi di Bandung

Loading

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

BANDUNG, (Tubas) – Koperasi merupakan soko guru perekonomian masyarakat Indonesia. Biasanya memiliki tiga persoalan mendasar yang dihadapinya yaitu, citra sebagai golongan ekonomi lemah, kontribusi nominal yang masih rendah dibanding badan usaha swasta, serta belum meratanya kesadaran bergotong royong di bidang ekonomi, kata Walikota Bandung Dada Rosada dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Ayi Vivananda pada HUT Koperasi, di lapangan Tegalega, berlum lama ini.

Menurut Wali Kota kegiatan koperasi sering terkendala oleh terbatasnya partisipasi anggota terhadap modal sendiri, ketiadaan agunan untuk mengakses permodalan ke perbankan, serta kesulitan menyikapi peluang usaha pengadaan barang dan jasa.

“Terhadap kenyataan tersebut, saya akan terus mengupayakan peningkatan kemampuan manajemen koperasi melalui berbagai diklat, mediasi dengan pihak perbankan, serta mendorong realisasi program CSR BUMN, BUMD dan swasta dengan prinsip saling memerlukan, saling memperkuat dan saling menguntungkan,” janjinya.

Kualitas dan kuantitas koperasi di Kota Bandung menunjukkan peningkatan setiap tahun. Jumlah koperasi tahun 2008 mencapai 2.368, 2009 meningkat 1,1 % atau menjadi 2.394 dan 2010 menjadi 2.431 meningkat 1,5%.

Aset koperasi secara berturut-turut sejak 2008 mencapai Rp 2,2 triliun berkembang menjadi Rp 2,45 triliun dan Rp 3,85 T. Begitu juga volume usaha mengalami peningkatan dari Rp 2,6 triliun pada 2008 menjadi Rp 2,86 triliun pada tahun 2009, dan menjadi Rp 3,2 triliun pada tahun 2010. (binus)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS