Meningkatkan Sinergi Sektor Jasa Keuangan

ojk
JAKARTA,(tubasmedia.com) – Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Nelson Tampubolon menegaskan, sektor jasa keuangan, termasuk perbankan, harus dapat meningkatkan sinergi dalam upaya untuk mendukung pertumbuhan perekonomian nasional.

“Dalam konteks ini, sebagaimana telah disampaikan sebelumnya dalam Financial Executive Gathering baru-baru ini terdapat tiga hal pertanyaan utama yang kiranya harus kita jawab bersama kedepan,” kata Nelson, Selasa (17/2/15).

Pertama, lanjut Nelson, adalah mencari cara agar sektor perbankan Indonesia dapat mengoptimalkan perannya dalam meningkatkan kegiatan perekonomian.

“Kedua, bagaimana meningkatkan daya tahan Sektor Jasa Keuangan kita untuk mewujudkan stabilitas perekonomian dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan?” imbuh Nelson.

Ketiga, lanjut Nelso, mencari cara agar sektor jasa keuangan dapat berperan dalam meningkatkan akses keuangan dan kemandirian finansial masyarakat serta mendukung upaya peningkatan pemerataan dalam pembangunan.

“Merespon hal tersebut, perlu kiranya kita melihat kembali arah dan focus ekspansi bisnis bank dalam mendukung program pemerintah,” ucap Nelson.

Beberapa cara yang dipaparkan Nelso antara lain menekankan pada sektor-sektor yang mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inklusif, dan berkelanjutan untuk mempercepat peningkatan pemerataan dan penurunan kemiskinan.

“Tantangannya adalah bagaimana menciptakan produk dan layanan yang dapat diakses oleh masyarakat menengah ke bawah,” ungkap Nelson.

Langkah berikutnya adalah memberikan perhatian khusus bagi usaha mikro dan kecil sehingga berdaya saing tinggi, dapat bertumbuh dan berkembang menjadi usaha menengah, bahkan menjadi usaha besar.

Selanjutnya adalah kesiapan menghadapi globalisasi, terutama kemampuan memberikan dukungan pada peningkatan daya beli dan kesejahteraan masyarakat kurang mampu dan rentan akibat volatilitas harga komoditas.

“Memperluas dan memperkuat ekonomi pedesaan, khususnya dalam mengembangkan sektor pertanian yang masih terkendala pada minimnya sarana dan prasarana produksi serta terbatasnya akses terhadap kredit dan jasa keuangan untuk petani,” imbuh Nelson.

Langkah terakhir adalah mendorong terbentuknya kelembagaan keuangan yang membuka peluang bagi terciptanya akses masyarakat kurang mampu terhadap modal dan peningkatan aset kepemilikan. (angga)

Berita Terkait