Meningkatnya Kebutuhan US$ Akhir Bulan Buat Rupiah Tertekan

harga-minyak-siap

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Head of Research NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada memaparkan, laju Rupiah masih dalam pelemahannya seiring masih menguatnya laju US$ terhadap beberapa mata uang lainnya dengan memanfaatkan melemahnya harga minyak mentah global di awal pekan.

Rupiah pun tidak berkesempatan untuk bergerak positif. “Hampir sama seperti laju IHSG dimana laju Rupiah di hari lainnya mampu melampaui estimasi kami untuk dapat bergerak menguat,” kata Reza, Senin (30/3/15).

Penguatan Rupiah pun saat itu mendapat dukungan dari terapresiasinya laju Euro terhadap US$ pasca merespon kenaikan sejumlah indeks manufaktur di benua Eropa. Masih positifnya laju Euro seiring berlanjutnya rilis data-data positif dari Spanyol dan Jerman dapat berimbas positif pada laju Rupiah.

Tetapi, mendekati akhir pekan, tampaknya laju Rupiah memilih untuk berbalik melemah. Padahal dengan adanya sentimen kembali melonjaknya laju minyak mentah membuat laju US$ sedikit melemah namun, tidak berimbas pada penguatan laju Rupiah.

“Adanya persepsi akan meningkatnya demand US$ di akhir bulan ini untuk pembayaran utang dan operasional korporat turut membuat laju Rupiah kian tertekan,” ujar Reza.

Bahkan rilis klaim pengangguran AS yang menunjukkan penurunan dan markit composite PMI nya yang mengalami kenaikan turut melemahkan Rupiah. Rp 13.160-13.120 (kurs tengah BI). (angga)

Berita Terkait

Komentar

Komentar