Menjadi Bangsa Yang Besar

Oleh : Fauzi Azis

Fauzi Azis

Fauzi Azis

INDONESIA memiliki penduduk 237,9 juta jiwa. Jumlah penduduk yang banyak itu tidak serta merta menjamin Indonesia menjadi sebuah bangsa yang besar. Tetapi, Indonesia memiliki modalitas untuk menjadi bangsa yang besar.

Pertama, sumber daya alam Indonesia lengkap di darat dan di laut, dari Aceh sampai Papua. Kedua, heteroginitas sosial dan budaya masyarakat sangat variatif dan selalu memiliki nilai-nilai luhur dan positif untuk modalitas pembagunan. Ketiga, penguasaan iptek (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) cukup memadai untuk melakukan sesuatu yang bersifat inovatif. Keempat, demokratisasi dan desentralisasi menjadi landasan kokoh untuk memperbesar ruang bagi warga negara berkarya secara lebih inovatif dan kreatif karena kebebasan berfikir lebih dijamin.

Masih banyak lagi faktor yang masih dapat diidentifikasi sebagai modalitas untuk menjadi bangsa yang besar dan optimis untuk menjadikan negara ini menjadi bangsa yang besar masih sangat terbuka luas dengan syarat semua kita harus sadar, jujur dan iklas untuk selalu melakukan koreksi, saling introspeksi guna memperbaiki kesalahan yang sudah dilakukan.

Law and order harus menjadi gaya hidup (lifestyle) kita sebagai warga negara. Rivalitas politik sebagai konsekwensi logis dari bangsa yang demokratis tetap harus dijaga jangan sampai mengarah kepada perseteruan yang menjurus permusuhan. Dan, yang penting rivalitas yang bisa menghasilkan suatu konsep pemikiran brilian, argumentatif untuk mencari solusi terbaik bagi penyelesaian masalah yang dihadapi bangsa Indonesia.

Tinggalkan maksiat dan senantiasa bertekad mengendalikan nafsu. Raihlah dan nikmati rahmat atas karunia Tuhan yang memberikan kekayaan alam kepada bangsa Indonesia. Hidup hanya sekali, harus berprestasi dan jangan pernah berupaya mendewa-dewakan “ideologi” buah karya manusia, yang penting kerja.

Ketika berbicara tentang kesejahteraan, kemakmuran maka berfikirlah dari awal bahwa kesejahteraan dan kemakmuran adalah milik kita bersama yang harus diciptakan dan dikelola bersama dengan sebaik-baiknya secara transparan dan bertanggung jawab. Konsekwensi dari negara demokratis maka yang penting para elit politik harus selalu memberikan keteladanan, cara berfikir dan bertindak demokratis, yaitu menghargai pemikiran yang emansipatif.

Emansipasi pikiran akan melepaskan energi dan menguatkan percaya diri, perlu membangun kepercayaan, bukannya ketakutan. Harmoni dan kerjasama untuk selalu bekerjasama merupakan sebuah sistem manajemen pembangunan guna memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa menuju cita-cita luhur menjadi bangsa yang besar di dunia.

Saat ini, dunia memandang Indonesia sebagai Emerging Economy dengan PDB (Product Domestic Bruto) ada pada urutan 16 besar dunia. Mari kita bangun negara dan bangsa Indonesia menjadi sebuah bangsa yang besar, semua yang kita miliki kita kelola dengan baik dan benar.

Tapi satu hal yang maha penting dicatat kita tidak boleh sombong, arogan untuk menjadi bangsa yang besar. Kita harus tetap konsisten dan percaya diri bahwa kita dapat menjadi bangsa besar asal syarat-syarat tadi dipenuhi.

Jangan lupa dan jangan sekali-kali berusaha dengan sadar atau tidak, melupakan bahwa di atas langit masih ada langit. Di atas bumi ada sejumlah manusia yang berkuasa, tetapi ingat masih ada yang lebih berkuasa yang menguasai alam semesta yaitu Tuhan sang pencipta. Percayalah! ***

Berita Terkait

Komentar

Komentar