Menjadi Pemain Utama Ekonomi Global, Sebagai Impian

Oleh: Fauzi Aziz

 

PERTAMA, judul tulisan tersebut bersifat universal. Menjadi pemain utama ekonomi global kita sepakati saja sebagai impian bangsa ini. Karena bangsa ini adalah bangsa besar, maka impian semacam itu sudah menjadi tekad bersama, yakni berdiri sejajar dengan bangsa- bangsa lain di dunia.

Inilah cita-cita yang harus diwujudkan. Bersama kita bisa, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Inilah cara  pandang yang sangat bijaksana bangsa ini agar bisa menjadi pemain utama ekonomi dunia, nomor berapa tidak penting. Yang penting prosesnya harus berjalan di rel yang benar, dan istiqomah.

KEDUA, sederhana pesannya dengan peribahasa bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Hanya ada dua pilihan,  bersatu atau bercerai berai. Halo haloo mau pilih yang mana 😒👈👉😟,. Jika nunjuk ke kiri berarti anda pilih bersatu, jika noleh ke kanan, anda pilih bercerai dan berarti anda akan tersesat, kemudian runtuh.

Tapi sebagai bangsa besar, penulis yakin akal sehat akan memilih bersatu ketimbang bercerai berai. Hanya orang bodoh jika lebih memilih bercerai. New deal bangsa ini adalah Bersama kita bisa, bersatu kita teguh dan bercerai kita runtuh.

Indonesia berkemajuan harus dibangun bersama atas dasar Imtaq, dan IPTEK. Pasal 31 ayat 5), UUD 1945, pemerintah mendapat mandat untuk memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan serta kesejahteraan bagi umat manusia. Wis bener tenan iki, ojo diotak -atik lagi, mengko malah keliru kabeh , akhirnya ambyar dan runtuh peradabannya.

KETIGA, tengok saja sejarah China ratusan tahun silam. Negeri panda putih ini hampir tidak memiliki sama sekali ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurut cerita, hanya ada 10 orang di China kala itu yang memahami kalkulus. Namun pada awal abad ke 21, ketimpangan litbang China dengan negara- negara maju telah mengecil.

Enam puluh persen teknologi China, termasuk energi atom, ruang angkasa, fisika energi tinggi, biosains, komputer, teknologi informasi dan robotik telah mencapai kemajuan luar biasa. Ekonominya telah menjadi terbesar kedua di dunia saat ini di bawah AS. China tumbuh sebagai negara peradaban dan sebenarnya bermimpi juga menjadi negara benua, paling tidak di Asia Pasifik, China menjadi the leader. Mega proyek Belt and Road  Initiative (BRI) adalah contoh bagaimana China mewujudkan mimpinya untuk menjadi negara benua.

KEEMPAT, kata Naisbitt, China adalah bangsa pembelajar yang sangat ulet. Menurut Deng Xiaoping, sains dan teknologi adalah jenis produktifitas nomor satu. Gagasannya yang paling demokratis adalah bahwa setiap orang memilki hak yang sama untuk pendidikan yang lebih tinggi segera menimbulkan  dahaga China akan informasi dan pengetahuan. Kalau kita ungkap secara luas tentu pasti panjang ceritanya.

Singkat cerita, China kini sedang menikmati capaiannya yang diraih dengan susah payah. Intinya mereka melakukan transformasi dan modernisasi berkelanjutan. Pilar utama modernisasi China hanya bertumpu pada modernisasi di sektor pertanian, industri, sains dan teknologi serta modernisasi di bidang militer.

KELIMA, pembangunan ekonomi adalah bagian dari pembangunan peradaban. Sains dan teknologi menjadi pilar utama. Bagi Indonesia  framing besarnya sudah ada semua yang ditata dalam struktur konstitusi negara. Yang belum tertata dengan apik adalah kerangka kerja konseptualnya ,dan kerangka kerja operasionalnya karena sangat conflicting dalam proses maupun implementasinya.

Kita punya RPJP, RPJM, Renstra K/L, RKP , Progam yang ujungnya bermuara pada APBN. Di tingkat daerah juga melakukan alur yang sama, yang pada ujungnya bermuara pada APBD. Ada pendapat mengatakan mengapa APBN defisit? Hal ini terjadi karena setumpuk sistem perencanaan nasional dan daerah tersebut telah melahirkan akumulasi belanja dan pembiayaan sangat besar, sementara pertumbuhan pendapatan negara tidak bisa maksimal.

Kita sudah terjebak pada satu situasi besar pasak daripada tiang. Semua K/L menganggap dirinya penting. Semua pihak mengatakan ini adalah masalah koordinasi dan sinkronisasi yang buruk, tapi tidak ada proses manajemen progam dan anggaran yang bisa menghapus kegiatan yang bersifat business as usual dan ini terjadi akibat koordinasi dan sinkronisasi yang buruk.

Utang luar negeri pemerintah membengkak disebabkan karena faktor-faktor tersebut . APBN hanya menyumbang PDB tidak lebih dari 10%. Daya ungkitnya terhadap pertumbuhan ekonomi hanya 3,26% tahun 2019,dan turun menjadi 1,94% di tahun 2020.

Hal ini harus disadari oleh semua pihak bahwa stimulus fiskal/APBN tidak bisa diharapkan menjadi kekuatan pendorong, apalgi menjadi kekuatan utama bagi pertumbuhan ekonomi., sehingga harus ada sumber pandaan lain.

KEENAM, ada dua agenda besar di Indonesia saat ini yang perlu ditangani bersama, yakni pemulihan ekonomi, serta membangun platform baru dan strategi baru pembangunan ekonomi menuju Indonesia baru untuk menjadi pemain utama di dunia.

Konsensus nasional pasti harus dilakukan, karena hal ini tidak mungkin hanya dapat dilakukan melalui proses politik saja dengan pendekatan pragmatis. Semua negara berpikir tentang masa depan. Bagi Indonesia menjadi salah satu pemain utama ekonomi dunia adalah keniscayaan. Cetak biru strategi itu sepenuhnya menjadi cara kita merespon ancaman dan tantangan zaman. March to modernity merupakan kerja bersama segenap  komponen bangsa.

Sangat logis bila gerakan   modernitas ini dilakukan di sektor pertanian, industri dan di bidang sains dan teknologi. Bahkan guna menjaga kedaulatan NKRI, modernitas di bidang militer juga harus dilakukan. Ini bukan copy paste China, tapi semata- mata bangsa ini memang membutuhkan.

Economic Research Center sebuah think-tank pemerintah perlu dibentuk untuk melakukan penelitian mendalam atas sumber daya saing bangsa dan mempelajari rencana-rencana masa depan. Selain itu juga diperlukan adanya lembaga semacam advance institute of technology untuk mendukung modernitas di sektor pertanian, industri, dan militer.

Kita juga butuh Human Resources Development Center , dan Infrastruktur Keuangan inklusif yang efisien untuk membiayai pembangunan peradaban negeri ini. Jelas bahwa hadirnya kemendikbud-ristek dan BRIN akan ditunggu kinerjanya karena langsung beririsan dengan misi bangsa agar mampu menjadi salah satu pemain utama dunia yang menempatkan produktifitas sektor pertanian dan industri menjadi leading sektor. Di luar itu, sektor lain adalah merupakan komponen pendukung yang juga harus tumbuh dengan investasi yang tidak high cost. Muara besarnya adalah terciptanya keseimbangan kemajuan, dan kesatuan ekonomi nasional yang efisien, berkeadilan, berkemandirian dan berwawasan lingkungan.

KETUJUH, semuanya butuh kepemimpinan yang efektif untuk menjalankan cetak biru dan strategi baru untuk meraih masa depan yang baik. Yang lebih baik itu adalah bangsa yang unggul.Upaya diplomasi  yang dilakukan adalah memasarkan keunggulan bangsa ini di seluruh dunia.

Negara lain mau bekerjasama dan berkolaborasi dengan Indonesia karena kita menjelma menjadi bangsa yang unggul. FDI mau datang jika negara mitranya mempunyai berbagai keunggulan sebagai respon atas terjadinya pergeseran paradigma globalisasi saat ini adalah lokalisasi. FDI datang karena mereka perlu menjalankan prinsip international division of labour karena beban biaya mengelola perusahaan global sudah semakin mahal. Mereka mau datang untuk berbagi risiko. (penulis pengamat ekonomi dan industri tinggal di Jakarta)

Berita Terkait

Komentar

Komentar