Menko Perekonomian: Banyak Uang Asing Kena Imbas Bagusnya Ekonomi AS

mata-uang
JAKARTA, (tubasmedia.com) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan pelemahan mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih dalam kondisi normal. Ia berpendapat, ini bukan masalah. Sebabnya, ekonomi Amerika saat ini bagus sekali. “Yang kena imbas juga tidak hanya rupiah, seluruh mata uang kena,” katanya ketika ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Rabu (11/3/2015).

Dikemukakan, kondisi rupiah tidak terlalu buruk jika dibandingkan dengan mata uang asing lainnya dan hanya Swiss frank yang mengalami penguatan dari dolar Amerika Serikat. “Jika pariwisata ramai maka (wisatawan asing) yang membawa dolar akan semakin banyak. Untuk TKI juga akan diperbaiki supaya emiten meningkat,” ujar Sofyan, seperti dikutip dari laman Setkab.

Secara terpisah, Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, penguatan dolar Amerika Serikat terhadap semua mata uang asing disebabkan tiga hal. Pertama, ekonomi Amerika yang terus menguat, dan rencana penguatan Fed Fund Rate menyebabkan dolar menguat. Kedua, adanya injeksi likuiditas moneter dari ICB Euro dan Bank of Japan. Tahun lalu mata uang euro melemah 13,5 persen terhadap dolar Amerika, yen Jepang 12,5-13 persen, dan rupiah hanya 1,8 persen.

“Artinya rupiah memang melemah terhadap dolar, tapi menguat terhadap yen dan euro kurang lebih sekitar 11 persen. Juga, seluruh negara menghadapi fenomenan dolar yang menguat.  Faktor ketiga, kondisi ekonomi domestik yang masih menghadapi current account deficit. Begitu dikatakan Perry dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (10/3). (ril/ender)

Berita Terkait

Komentar

Komentar