Breaking

Menlu: Pemerintah Siapkan Pesawat TNI AU Evakuasi 4.000 WNI dari Yaman

15073_13005_sip-pesawat

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Pemerintah Republik Indonesia telah menyiapkan pesawat milik TNI Angkatan Udara (AU) untuk mengevakuasi sekitar 4.000 WNI yang tinggal di Yaman, terkait dengan situasi yang semakin memburuk di negara itu.

Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi mengemukakan, sejak 1 Maret lalu, sudah dievakuasi secara bertahap WNI yang berada di Yaman, dan sampai saat ini sudah 148 WNI yang dievakuasi. “Namun, karena terjadi perubahan yang sangat drastis dalam waktu 1,2 hari ini, ada beberapa rencana evakuasi yang sudah kita persiapkan semuanya,” kata Retno kepada wartawan yang mencegatnya seusai mengikuti sidang kabinet paripurna, di kantor Presiden, Jakarta, Senin (30/3/2015) sore, seperti dipetik dari laman Setkab.

Menlu menjelaskan, rencananya pemerintah akan memakai pesawat TNI AU untuk menjemput para WNI yang akan dievakuasi. Utamanya pesawat itu yang akan mengeluarkan WNI dari Yaman, setelah itu dipulangkan ke Indonesia. “Rencana evakuasi sudah sangat matang, tentunya kita melibatkan banyak sekali koordinasi dengan kementerian/lembaga. Tentunya Panglima TNI dan sebagainya, karena menyangkut masalah pesawat. Semuanya sudah siap,” tegas Retno.

Menlu menyebutkan, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan tiga negara, Yaman, Oman, dan Saudi, untuk meminta flight clearance, untuk meminta jaminan keamanan dalam evakuasi, sehingga diharapkan pesawat TNI AU yang melakukan evakuasi terhindar dari serangan udara. Menurut Menlu, pihaknya telah memberikan informasi mengenai konsentrasi warga WNI di Yaman, di mana paling banyak di sebelah timur, sekitar 80 persen mahasiswa Indonesia.

“Jumlah total warga WNI 4.159. Dari jumlah itu, ada 2.626 mahasiswa, 1.488 tenaga profesional, 45 orang Staf KBRI dan keluarga,” kata Menlu. Diakui Menlu, belum semua WNI siap dievakuasi, karena KBRI mengalami kendala komunikasi dengan mereka, di samping ada juga WNI yang mengatakan belum perlu evakuasi karena situasinya masih tenang. (ril/ender)

Berita Terkait

Komentar

Komentar