Menolak RKUHP Sebaiknya Melalui Dialog Bukan Demonstrasi

JAKARTA, (tubasmedia.com) – ┬áKetua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh menyarankan penolakan terhadap revisi UU nomor 30 tahun 2002 tentang KPK dan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) seharusnya diselesaikan melalui dialog, tidak dengan aksi demonstrasi.

“NasDem berupaya sepenuhnya membangun komunikasi, baik dialog atau cara apapun yang baik dengan mahasiswa,” kata Surya di Jakarta, Minggu (29/9) malam seperti dilansir Antara.

Surya mengatakan NasDem menghormati pengesahan revisi UU KPK jadi undang-undang yang diambil dalam Rapat Paripurna DPR pada 17 September lalu. Di satu sisi, pria yang juga dikenal sebagai pengusaha media itu, pun tak ingin aspirasi masyarakat, terutama dari mahasiswa tak dihormati.

Dia mengakui Partai NasDem memiliki andil atas disahkannya revisi UU KPK karena beleid itu memang disepakati seluruh fraksi untuk disahkan.

“NasDem siap mengakui kesalahan jika memang pengesahan revisi UU KPK itu dianggap salah,” ujar Surya Paloh.

Namun untuk menyelesaikan perdebatan tersebut, Surya menyarankan mahasiswa menempuh uji materi atau judicial review di Mahkamah Konstitusi (MK). Ia menilai proses hukum itu sebagai jalan terbaik dibandingkan turun ke jalan untuk berdemonstrasi.

Dia tidak sepakat apabila aksi turun ke jalan terus dilakukan, karena aksi demo mahasiswa sangat rentan ditunggangi pihak-pihak yang memiliki agenda terselubung.

Gelombang aksi mahasiswa dan para pegiat memang intens terjadi sejak sepekan lalu. Dalam aksinya, selain menuntut pembatalan revisi UU KPK, mereka pun menolak pengesahan RKUHP dan RUU kontroversial lainnya dilakukan DPR periode ini.

Mereka menuntut agar pasal-pasal kontroversial yang ada dalam setiap RUU itu dibahas kembali dengan melibatkan publik secara komprehensif, tidak parsial.(red)

Berita Terkait

Komentar

Komentar