Menperin: Industri Semen Bangun Infrastruktur Logistik untuk Percepat Pembangunan Indonesia Timur

semen

TUBAN, (tubasmedia.com) – Industri semen menjadi salah satu penunjang utama pembangunan infrastruktur di Indonesia. Industri ini berkontribusi memasok kebutuhan konstruksi dan juga berperan mengakselerasi pengembangan industri lainnya.

Khusus untuk Indonesia timur, perusahaan produsen semen didorong membuka dan memperkuat jalur distribusi agar pembangunan di kawasan itu semakin cepat berwujud. “Pembangunan fasilitas penunjang industri semen di luar pulau Jawa sangat membantu mengurangi biaya logistik, yang pada akhirnya akan mendukung ketersediaan semen secara merata khususnya di wilayah Indonesia Timur,” kata Menteri Perindustrian Saleh Husin saat meresmikan pabrik semen Tuban Plant milik PT Holcim Indonesia Tbk di Tuban, Jawa Timur, Senin (24/8/2015).

Lebih lanjut, pemerintah mengakui industri semen nasional di tahun 2015 ini mengalami kondisi yang cukup sulit, mengingat adanya penurunan permintaan hingga bulan Juni 2015 sebesar 3,3 persen. “Namun kita tetap optimistis, merujuk laju pertumbuhan permintaan semen yang rata-rata 9,1 persen pertahun dalam 5 tahun terakhir, maka kita yakin kondisi di masa depan akan cerah dengan laju pertumbuhan yang cukup baik,” ujar Saleh.

Merujuk data Kemenperin, kapasitas produksi semen pada 2015 sebesar 82,45 juta. Capaian itu naik signifikan sebesar 24,54 persen dibanding 2014 lalu yang kapasitasnya sebanyak 66,20 juta.

“Penguatan distribusi itu juga untuk mengimbangi laju kapasitas produksi itu. Jadi jangan sampai distribusi semen kedodoran ketika permintaan kembali naik, karena kita optimistis perekonomian akan tumbuh lebih baik dan pembangunan infrastruktur terus dipacu,” ujar Menperin.

Turut hadir pada peresmian itu, Presiden Komisaris Holcim Indonesia Kuntoro Mangkusubroto, EXCO Member of Lafarge Holcim Group Ian Thackwray, Bupati Tuban KH Fathul Huda, dan Dirjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka Kemenperin Harjanto.

Sementara itu, Holcim Indonesia menanamkan investasi sebesar USD 870 juta atau lebih dari Rp 11 triliun rupiah untuk membangun pabrik berjumlah dua unit ini, Tuban 1 dan Tuban 2.

Pabrik berkapasitas 3,4 juta ton per tahun ini melengkapi fasilitas produksi yang telah lebih dulu beroperasi yaitu di Narogong, Jawa Barat dan Cilacap, Jawa Tengah. Selain itu, perusahaan memiliki grinding plant di Ciwandan Banten.

“Dua pabrik itu berkapasitas 9,1 juta ton per tahun. Dengan beroperasinya Tuban Plant ini, maka kapasitas produksi mendekati 13 juta ton,” ujar Presiden Komisaris Holcim Indonesia, Kuntoro Mangkusubroto. Sampai semester I 2015. Holcim mengenggam pangsa pasar 14 persen.

Terkait penguatan distribusi, Holcim membangun grinding plant, packing plant, batching plant dan sarana gudang penyimpanan lainnya di luar Jawa. (ril/sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar