Menperin Ingatkan Jajarannya Jangan Terjebak pada Rutinitas

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Pada suasana Idul Fitri 1442 Hijriah, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menggelar acara silaturahmi secara virtual dengan jajaran pejabat di lingkungan Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Acara halalbihalal dilakukan dengan daring bertujuan untuk terus menekan penyebaran Covid-19.

“Dengan pemanfaatan teknologi, substansi silaturahim tetap dapat diraih dengan risiko yang sangat minimal bahkan nihil. Dengan kebesaran dan kelapangan hati kita, insyaallah pelaksanaan silaturahim secara virtual tidak akan mengurangi makna dan kekhidmatan seperti halnya bersilaturahim secara fisik dalam situasi normal,” kata Menperin Agus, Sabtu (15/5).

Melalui kesempatan tersebut, Menperin mengajak seluruh pejabat di lingkungan Kemenperin menjadikan puasa Ramadan sebuah momentum untuk meningkatkan kejujuran dan disiplin dalam mengemban tugas-tugas negara, serta bekerja profesional untuk kepentingan rakyat.

“Puasa satu bulan telah menempa kita semua untuk berdisiplin dalam beribadah, serta jujur. Saya berharap nilai-nilai puasa tersebut dapat terinternalisasi dan teraktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab di Kemenperin yang hakikatnya sebagai pelayan rakyat,” ujar Menperin.

Menurutnya, jujur dan disiplin dalam melayani rakyat dapat diimplementasikan dalam hal kualitas dan efektivitas kebijakan, misalnya terkait akurasi data dan informasi, kaidah ilmiah, sedalam apa kebijakan tersebut dapat menyelesaikan masalah, serta outcome-nya sudah diukur dan diteliti secara serius,

“Jika tidak efektif, harus ganti dengan kebijakan yang lebih efektif. Jangan terjebak pada rutinitas,” tegasnya.

Selain itu, kata Menperin Agus, kejujuran dan disiplin dalam menjalankan tugas juga dapat dimaknai sebagai sikap anti terhadap segala bentuk praktik korupsi, dan menerapkan prinsip akuntabilitas. “Akuntabilitas ini antara lain, mencakup transparansi kinerja organisasi baik pada input, proses, output, dan outcome serta akuntabilitas individu berkenaan dengan komitmen, dan tanggung jawab individu terhadap proses dan hasil,” tegasnya.

Kinerja Manufaktur

Menperin menuturkan, implementasi nilai-nilai kejujuran dan disiplin diharapkan akan terus mendukung kinerja sektor industri manufaktur nasional, sehingga capaian-capaian yang sudah diraih sebelumnya terus meningkat akan membuat industri pengolahan di tanah air terus ekspansi ke arah yang positif.

Ia memparkan, bila dilihat secara year on year, pada kuartal pertama tahun 2021 industri non migas memang masih menunjukkan angka kontraksi, yaitu minus 0,71%, tetapi angka tersebut berada di atas angka pertumbuhan ekonomi sebesar minus 0,74%.

“Kemudian, angka Purchasing Managers Index (PMI) Indonesia per April tahun 2021 mencetak rekor angka tertinggi sepanjang sejarah yaitu 54,6. Sejalan dengan PMI, utilisasi industri pengolahan nonmigas pada Maret 2021 sebesar 61,30% meningkat dibanding dua bulan sebelumnya,” imbuhnya.

Kinerja ekspor sektor industri pada periode Januari-Maret 2021 mencapai angka USD38,95 miliar dan menghasilkan neraca surplus sebesar USD3,69 miliar. Tiga industri yang memberikan nilai terbesar antara lain industri makanan sebesar USD9,68 miliar, industri logam dasar sebesar USD5,86 miliar, dan industri bahan kimia, farmasi dan obat tradisional sebesar USD4,30 miliar.

Selanjutnya, nilai investasi sektor industri pada periode Januari-Maret 2021 sebesar Rp88,3 triliun naik 37,97% bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai investasi terbesar diberikan oleh industri logam, mesin dan elektronik sebesar Rp31,2 triliun, industri makanan sebesar Rp21,8 triliun, serta industri kimia farmasi sebesar Rp9,4 triliun.

Menperin menyebut, perkembangan positif kinerja industri secara umum tersebut tidak terlepas dari beberapa kebijakan penting Kemenperin seperti penurunan harga gas untuk industri, implementasi Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) di masa pandemi, serta penerapan relaksasi pajak penjualan atas barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM-DTP).

“Saya menyampaikan apresiasi yang sebaik-baiknya atas pencapaian ini dan saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras bapak dan ibu sekalian di setiap sektor, dalam memperbaiki kinerja industri yang terdampak secara kuat oleh pandemi,” tutur Menperin. (sabar)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar